BREAKING NEWS
 

Pedagang Mogok Jualan Daging Sapi

Komisi VII Harapkan Harga Pangan Stabil

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : AULIA DARWIS
Selasa, 27 Januari 2026 07:05 WIB
Anggota Komisi VI DPR Imas Aan Ubudiyah. Foto: Dok. fraksipkb

RM.id  Rakyat Merdeka - Kalangan Senayan berharap Pemerintah menstabilkan harga daging sapi menjelang bulan Ramadan. Hal ini menyusul lonjakan harga daging sapi di pasaran yang mencapai Rp 140 ribu per kilogram, khususnya di wilayah Banten dan Yogyakarta.

Anggota Komisi VI DPR Imas Aan Ubudiyah mengatakan, salah satu solusi menekan kenaikan harga adalah dengan melakukan impor. "Kebijakan pemberian izin impor daging sapi sebesar 250 ribu ton kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi solusi konkret untuk menekan harga," tegas Imas dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).

Diketahui, tingginya harga daging memicu aksi mogok berjualan oleh ratusan pedagang di Cianjur, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas tingginya harga di tingkat pengecer.

Baca juga : Gibran Bicara Kelanjutan IKN Dan Kecerdasan Buatan

Imas melanjutkan, kuota impor sebesar itu harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Jangan sampai masyarakat tetap membeli dengan harga mahal, sementara negara sudah membuka keran impor besar-besaran. "Pemerintah harus hadir memastikan harga tetap terjangkau,” tandas politikus PKB ini.

Imas mengingatkan, periode Ramadan selalu menjadi waktu rawan kenaikan harga pangan akibat lonjakan permintaan. Karena itu, pemberian izin impor, baik kepada BUMN maupun pihak swasta sebesar 30 ribu ton, seharusnya menjadi instrumen negara untuk melakukan intervensi pasar secara efektif.

"Jaminan ketersediaan stok saja tidak cukup tanpa diikuti pengawasan ketat terhadap distribusi," kata Imas mengingatkan.

Baca juga : Bantah Cawe-Cawe, Bos Maktour Sebut Kuota Haji Tambahan Urusan Kemenag

Imas mengkhawatirkan jika tidak ada pengendalian tegas, kebijakan impor hanya akan menjadi langkah administratif yang tidak dirasakan manfaatnya oleh konsumen akhir. Stabilitas harga pangan adalah tanggung jawab negara. Jangan biarkan mekanisme pasar berjalan tanpa kendali ketika kebutuhan masyarakat meningkat tajam.

Imas berharap, Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan instansi terkait segera melakukan operasi pasar dan pengawasan jalur distribusi agar gejolak harga dapat diredam sebelum memasuki bulan Ramadan. "Negara wajib memastikan kebijakan impor ini benar-benar berpihak pada rakyat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah,” tegasnya.

Adsense

Senada, anggota Komisi IV DPR Hindun Anisah mendesak Pemerintah segera melakukan intervensi atas tingginya harga daging sapi. Karena, meroketnya harga daging sapi di pasaran saat ini semakin dikeluhkan para pedagang. “Saya minta Pemerintah turun tangan dan menertibkan rumah potong hewan (RPH)," desaknya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense