RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid atau HNW menghadiri undangan acara buka puasa bersama sekaligus Peringatan Nuzulul Quran bertema, "Ramadan Unggul:
Spirit Iman Ilmu dan Amal" civitas akademika Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Kamis (5/3/2026).
Dalam kesempatan itu, HNW menyampaikan tausiyah Ramadan yang menekankan pentingnya memaksimalkan Ramadan sebagai momentum menguatkan sekaligus iman, ilmu, dan amal sebagai landasan keunggulan umat dan kemanusiaan.
Acara buka puasa bersama yang digelar di Masjid At-Taqwa kompleks UMJ, kota Tangerang Selatan, Banten itu turut dihadiri Rektor UMJ Prof. Dr. Ma'mun Murod, jajaran wakil rektor, para dekan, guru besar, dosen, serta mahasiswa.
Dalam tausiyahnya, HNW mengawali dengan rasa syukur karena kembali dipertemukan dengan bulan Ramadan, terlebih di lingkungan kampus unggul yang mengusung keunggulan spirit Ramadan.
Menurutnya, tema tersebut sejalan dengan semangat Muhammadiyah yang selama ini juga dikenal dengan ideologi Al-Ma’un, sebuah konsep dan praktek yang menekankan implementasi nyata nilai-nilai Al-Quran yang mengamalkan penggabungan prinsip iman ilmu dan amal dalam kehidupan sosial.
HNW mengatakan. kalau bicara tentang iman, ilmu, amal, dan keunggulan, maka salah satu kata kuncinya adalah ideologi Al-Ma’un yang sudah populer dan mentradisi di Muhammadiyah.
Baca juga : Silaturahmi Ramadan Di Jabar, Kapolri Beri Pesan Jaga Persatuan-Kesatuan
"Ini adalah bagaimana menghadirkan Al-Quran yang berjalan, Al-Quran yang membumi, yang nyata dalam tindakan,” ujar HNW.
Ia menambahkan, teladan tersebut sudah dicontohkan oleh pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang mempraktikkan nilai-nilai Al-Quran secara konkret dalam kehidupan masyarakat di Indonesia.
Menurutnya, tradisi tersebut harus terus dilanjutkan karena telah terbukti mampu menghadirkan keunggulan umat melalui perpaduan iman, ilmu, dan amal.
Dalam kesempatan itu, Hidayat juga menyinggung perpaduan iman, ilmu dan amal dalam bentuk nyata yang lain, yaitu kepedulian Muhammadiyah terhadap perjuangan Palestina, termasuk pembelaan terhadap Masjid Al-Aqsa.
Ia mengingatkan bahwa sejarah menunjukkan tokoh muda Muhammadiyah telah terlibat dalam perjuangan Palestina sejak awal abad ke-20.
Hidayat menilai spirit tersebut penting terus dilanjutkan sebagai bentuk pengamalan Islam berkemajuan sekaligus solidaritas terhadap umat Islam di dunia.
Karena itulah yang diajarkan oleh Al-Qur'an dan diteladankan oleh Rasulullah SAW. HNW mencontohkan peristiwa Perang Badar pada masa Nabi Muhammad SAW, ketika pasukan Muslim yang jauh lebih kecil jumlahnya justru mampu meraih kemenangan, menepis pesimisme, hadirkan optimisme.
Baca juga : Surya Paloh: Ramadan Momentum Perkuat Silaturahmi Dan Kepedulian Sosial
“Ramadan menghadirkan intervensi sejarah yang menunjukkan bahwa sesuatu yang tampaknya mustahil bisa terjadi. Dari situ kita belajar untuk tidak terjebak dalam pesimisme, tapi optimisme. Begitulah ketika sekaligus diamalkan iman, ilmu dan amal,” ujarnya.
Ia menambahkan, Al-Quran berulang kali memberikan pesan optimisme melalui ayat-ayat yang berkaitan dengan puasa Ramadan dalam Surah Al-Baqarah.
Menurutnya, pesan tersebut menunjukkan bahwa ibadah puasa tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada optimisme proses pembentukan karakter yang berkelanjutan.
Selain membahas aspek spirit, HNW juga menyinggung pentingnya peran pendidikan dalam membangun karakter bangsa.
Ia mengingatkan bahwa konstitusi Indonesia melalui Pasal 31 ayat 3 dan 5 UUD 1945 menegaskan bahwa sistem pendidikan nasional harus meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Menurut HNW, rumusan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang pada masa reformasi untuk memastikan pendidikan tidak hanya menghasilkan manusia cerdas, tetapi juga berkarakter.
“Karena kecerdasan tanpa iman dan akhlak bisa membuat manusia kehilangan arah. Maka pendidikan harus menghadirkan keseimbangan dan pengamalan sekaligus antara iman, ilmu, dan amal. Dan itu semua terbentang luas selama bulan Ramadan,” ujarnya.
Baca juga : Sambut Ramadan, Menag Ajak Perkuat Kesalehan Sosial dan Harmoni Kebangsaan
HNW pun mengajak civitas akademika UMJ untuk terus menjaga tradisi intelektual yang berpijak pada nilai-nilai Al-Quran serta semangat tajdid atau pembaruan yang menjadi ciri khas Muhammadiyah.
Menutup tausiyahnya, HNW menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk memperkuat optimisme dan produktivitas umat.
Ia mengutip pesan Nabi Muhammad SAW yang mendorong manusia tetap berbuat baik bahkan dalam situasi paling sulit sekalipun.
“Bahkan jika kiamat terjadi dan di tangan kita ada benih tanaman, maka tanamlah benih itu. Artinya, umat Islam tidak boleh pesimistik, kehilangan orientasi untuk terus berbuat kebaikan, RasuluLlah mengajarkan orintesi aktifisme positif dan kontributif,” ujarnya.
"Dengan semangat Ramadan di lingkungan UMJ dapat melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan amal," pungkas HNW.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.