Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Soal Longsor di Padang
Menteri LH: Tidak Ada Aktivitas Perusahaan, yang Ada Pertanian Warga
Jumat, 12 Desember 2025 20:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Lingkungan Hidup (Menteri LH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan dan verifikasi lapangan di lokasi yang terdampak banjir dan longsor di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Usai melakukan verifikasi lapangan, Hanif menegaskan, kerusakan yang memicu bencana didominasi faktor alam, bukan aktivitas perusahaan. Dia menyebut, tidak ditemukan aktivitas perusakan hutan berskala besar.
Baca juga : Putin Tawarkan Kerja Sama Pertahanan Hingga Pertanian Ke Prabowo
“Secara umum kita bisa katakan, kita sudah sampai bukit-bukit dan puncak, kami tidak melihat langsung aktivitas perusahaan yang cukup besar di sini,,” kata Hanif, dikutip Jumat (12/12/2025).
Pernyataan ini disampaikan Hanif usai meninjau kawasan Pegunungan Bukit Barisan. Dalam verifikasi lapangan ini, dia didampingi bersama Gubernur Sumatera Barat, Wali Kota Padang, dan Wakil Bupati Padang Pariaman.
Baca juga : Ormas DKI Nyatakan Dukungan ke Polda Metro Jaya Jaga Stabilitas Keamanan Jakarta
Menurutnya, pemantauan udara mulai dari garis pantai bagian selatan hingga ke kawasan perbukitan menunjukkan aktivitas pertanian masyarakat di kaki bukit yang jumlahnya cukup banyak dan akan menjadi fokus pendalaman.
“Yang ada kegiatan-kegiatan pertanian skala masyarakat, namun relatif banyak. Ini yang sedang kami dalami,” jelasnya.
Baca juga : Banyak Kepala Daerah Tak Sanggup Tangani Bencana
Sehingga, Hanif menduga, longsor yang terjadi di Padang disebabkan karena dinding-dinding bukit yang longsor.
“Runtuhan-runtuhan di sungai patut kita duga berasal dari luruhnya dinding-dinding bukit di hulu,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya