RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Beniyanto Tamoreka, mengapresiasi kebijakan pemerintah yang mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah fluktuasi harga minyak global.
Menurut Beniyanto, keputusan tersebut dinilai tepat karena didukung kondisi Indonesia Crude Price (ICP) yang hingga akhir Maret 2026 masih berada di kisaran US$ 68 per barel, atau di bawah asumsi APBN 2026 sebesar US$ 70 per barel.
“Dengan posisi ICP yang masih terkendali, kebijakan untuk tidak menaikkan harga BBM adalah langkah yang tepat dan terukur,” ujar Beniyanto, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, fluktuasi harga minyak dunia yang terjadi secara harian tidak serta-merta berdampak signifikan terhadap ICP. Pasalnya, ICP dihitung berdasarkan rata-rata dan mencerminkan kondisi riil minyak Indonesia.
Baca juga : Eddy Soeparno Apresiasi Prabowo Tak Naikkan Harga BBM, Jaga Pasokan Minyak
“Pergerakan harga minyak global yang naik turun setiap hari tidak otomatis membuat ICP melonjak drastis hingga jauh di atas asumsi APBN. Ini yang menjadi dasar bahwa ruang fiskal masih terjaga,” jelasnya.
Beniyanto menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada rakyat, khususnya dalam menjaga daya beli di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Pemerintah menunjukkan bahwa stabilitas harga BBM tetap menjadi prioritas agar rakyat tidak terbebani oleh gejolak harga energi dunia. APBN pada dasarnya disusun untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat,” tegas legislator dari daerah pemilihan Sulawesi Tengah itu.
Lebih lanjut, ia menilai upaya peningkatan lifting migas yang terus didorong pemerintah berpotensi memperkuat penerimaan negara dari sektor energi.
Baca juga : Bahlil Minta Masyarakat Bijak Gunakan BBM Di Tengah Gejolak Global
Dengan manajemen permintaan energi yang tepat, kenaikan harga minyak global dinilai masih dapat diimbangi melalui peningkatan pendapatan migas dan pengendalian konsumsi.
Dalam konteks tersebut, Beniyanto menyebut pemerintah juga mendorong efisiensi energi secara nasional.
Antara lain, melalui penghematan penggunaan BBM secara wajar, penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH) secara selektif, serta percepatan mandatori biodiesel B50 untuk mengurangi ketergantungan pada BBM fosil.
Ia menilai kombinasi kebijakan tersebut akan menjaga keberlanjutan fiskal sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Baca juga : 1 April 2026: Harga BBM Pertamina Tetap, Pasokan Aman
Meski demikian, Beniyanto mengingatkan pemerintah untuk tetap waspada terhadap dinamika harga minyak global ke depan, sembari terus memperkuat fondasi ketahanan energi agar kebijakan ini dapat berlanjut secara berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.