RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Cek Endra, mengapresiasi keberhasilan SKK Migas bersama PetroChina International Jabung Ltd. dalam menemukan cadangan gas baru di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.
Temuan ini dinilai memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya dalam meningkatkan pasokan LPG dalam negeri.
Cadangan gas tersebut ditemukan melalui pengeboran sumur NEB-79ST yang menghasilkan aliran gas sebesar 6,3 MMSCFD.
Cek Endra menilai capaian ini menunjukkan potensi migas nasional, terutama di wilayah Jambi, masih sangat prospektif untuk dikembangkan.
Baca juga : BKSAP DPR Singgung Diplomasi Damai Pemerintahan Prabowo
“Temuan ini patut diapresiasi. Selain menambah produksi gas nasional, kandungan propana dan butana di dalamnya juga berpotensi langsung mendukung peningkatan produksi LPG domestik,” ujar Cek Endra, Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang terus mendorong peningkatan investasi dan aktivitas eksplorasi di sektor hulu migas.
“Kami mengapresiasi langkah pemerintah, khususnya Menteri ESDM, dalam memperkuat iklim investasi serta memberikan dukungan kebijakan bagi kegiatan eksplorasi dan pengembangan migas. Ini menjadi faktor penting dalam mendorong penemuan baru seperti di Jabung,” ucap Cek Endra.
Menurutnya, peningkatan produksi LPG domestik menjadi krusial di tengah kebutuhan nasional yang terus meningkat, sementara ketergantungan terhadap impor masih cukup besar.
Baca juga : Sidak di Bandung Barat, Waka BGN Temukan Bangunan Tak Layak Jadi SPPG
Karena itu, tambahan pasokan dari dalam negeri dinilai akan berdampak signifikan terhadap neraca energi nasional.
Lebih lanjut, Cek Endra menilai keberhasilan ini juga mencerminkan pengelolaan hulu migas yang semakin profesional dan efisien, termasuk dari aspek keselamatan kerja yang ditandai dengan capaian zero accident selama proses pengeboran dan penyelesaian sumur.
Ia juga mendorong SKK Migas dan para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk mempercepat pengembangan sumur lanjutan, termasuk rencana pengeboran sumur Gemah-86.
Hal ini untuk menjaga kesinambungan produksi migas nasional serta mendukung target lifting dalam APBN.
Baca juga : Rudianto Lallo Apresiasi Polri, Ketahanan Pangan Masuk Agenda Strategis
“Percepatan pengembangan sangat penting agar temuan ini segera memberikan manfaat nyata bagi ketahanan energi nasional,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.