Dark/Light Mode

Penghuni Bantaran Rel Temukan Asa Tinggal di Rusun Usai Bertemu Prabowo

Jumat, 27 Maret 2026 12:41 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi warga di bantaran rel kereta di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026). (Foto: Setpres)
Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi warga di bantaran rel kereta di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah deru kereta yang lalu lalang tanpa jeda, harapan sederhana tumbuh di bantaran rel kereta api di kawasan Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Di tempat yang bising dan serba terbatas itu, seorang warga yang akrab disapa Pak Cono menggantungkan satu harapan besar, yakni memiliki tempat tinggal yang layak.

Lebih dari tiga dekade ia bertahan hidup di sisi rel kereta. Pak Cono menjalani hari-hari dengan pekerjaan serabutan, mengais apa saja yang bisa menghasilkan uang. 

Di tengah perjuangan itu, ia harus menerima kenyataan tinggal di tenda sederhana bersama istrinya di bantaran rel kereta kawasan Senen. Saat hujan dan angin datang, tempat yang mereka sebut rumah itu tak lagi memberi perlindungan.

“Beginilah kalau lagi hujan angin, bocor,” ujarnya, Kamis sore (26/3/2026), seperti keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.

Baca juga : Datangi Bantaran Kereta di Kawasan Senen, Prabowo Bertekad Sediakan Hunian Layak

Beban hidup semakin terasa dengan lima anak yang harus ia tanggung. Demi keselamatan dan kenyamanan anak-anaknya, Pak Cono memilih menyewa satu kamar kontrakan sederhana, meski ia dan sang istri tetap bertahan di tenda pinggir rel.

“Kalau ngontrak kan anak saya lima, jadi minimal anak saya di kontrakan, saya dan istri di sini (tenda samping rel). Nggak ketutup (biayanya) kalau saya ngontrak. Ngontrak yang Rp 500 ribu khusus buat anak saya,” kata dia.

Kisah Pak Cono menjadi potret nyata bahwa di balik gemerlap ibu kota, masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan ekstrem. Namun, di tengah kondisi itu, harapan mendadak hadir dalam bentuk yang tak terduga.

Ia sempat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto saat melakukan blusukan ke lokasi tersebut, Kamis (26/3/2026). Momen itu menjadi titik balik yang membangkitkan asa baru bagi dirinya dan warga sekitar.

Baca juga : BGN Perketat Pengawasan MBG, Terapkan Sanksi Hingga Penutupan Mitra

Dalam pertemuan singkat itu, Pak Cono mendapat tawaran yang selama ini hanya bisa ia bayangkan. “Kata Pak Prabowo, 'mau nggak dibikinin rumah susun?' Saya bilang, mau Pak! Karena saya nggak punya tempat tinggal, emang ini adanya,” ujar dia.

Dalam agenda kunjungan ke kawasan tersebut, Presiden Prabowo menyerap aspirasi dari warga setempat, salah satunya soal hunian layak.

“Mendengar aspirasi masyarakat di sana, Insya Allah kita akan segera membangun hunian yang layak untuk masyarakat di daerah tersebut dengan cepat, dan sudah menjadi tekad saya untuk menyediakan hunian layak untuk masyarakat Indonesia,” tulis Presiden Prabowo, dalam unggahan di akun Instagramnya @prabowo.

Kini, janji itu menjadi pegangan harapan bagi Pak Cono. Di tengah segala keterbatasan, ia hanya meminta satu hal, yakni kepastian tentang pembangunan rumah susun bagi dirinya dan warga di sana.

Baca juga : Sarinah Gelar Mudik Gratis dan Aksi Sosial untuk Ratusan Warga

“Ya, mudah-mudahan kami dibangunkan rumah susun. Itu saja yang saya minta,” kata Pak Cono.

Harapan serupa juga datang dari warga lainnya. Salah satunya Pak Kodok, yang menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Prabowo terhadap nasib masyarakat kecil.

“Bapak Presiden, saya terima kasih. Hormat, sehat selalu,” ujar Pak Kodok.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.