BREAKING NEWS
 

Program Hilirisasi Tahap II

Senayan Sepakat Kurangi Ekspor Mineral Mentah

Reporter : PAUL YOANDA
Editor : AULIA DARWIS
Minggu, 3 Mei 2026 07:05 WIB
Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya.

 Sebelumnya 
Masyarakat Indonesia, kata Anggia, berharap besar terhadap keberhasilan proyek hilirisasi ini. Terlebih, fokus utamanya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan serapan tenaga kerja dalam jumlah besar. “Keberhasilan ini akan membawa dampak kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan, pelaksanaan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II akan memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja dalam skala besar bagi masyarakat Indonesia. Agenda strategis ini diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada pemanfaatan sumber daya.

Baca juga : Zulhas Pastikan Stok Pupuk Aman, Harga Gabah Terjaga

Dia menjelaskan, program hilirisasi fase kedua merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang dimulai 6 Februari 2026. Pelaksanaan groundbreaking untuk proyek itu dilakukan secara serentak sebagai langkah percepatan pembangunan industri berbasis nilai tambah. Pemerintah terus berkomitmen memperkuat fondasi industri manufaktur di dalam negeri.

Kata Rosan, proyek hilirisasi tidak hanya berfokus pada pengolahan sumber daya alam, namun memberikan dampak luas terhadap perekonomian nasional secara makro. Proyek-proyek yang dijalankan ini diprediksi akan menciptakan lapangan pekerjaan mencapai kurang lebih 600 ribu orang. Itu merupakan pencapaian besar dalam sejarah industri nasional.

Baca juga : Kawasan Transmigrasi Bakal Jadi Basis Lumbung Pangan

Dia merinci proyek itu mencakup sektor energi dan mineral, termasuk pembangunan fasilitas pengolahan batu bara jadi Dimethyl Ether (DME). Produk itu berfungsi sebagai substitusi impor LPG yang selama ini membebani anggaran. “Sekitar 80 persen kebutuhan LPG kita saat ini berasal dari impor,” terangnya.

Rosan menambahkan, seluruh proyek telah melalui proses panjang, mulai dari kajian sampai perencanaan, sehingga diharapkan segera direalisasikan secara optimal. Manfaat utama program ini adalah pengurangan impor khususnya di sektor energi. Pengurangan impor dari proyek ini bisa mencapai sekitar 3,4 miliar dolar AS (sekitar Rp 57,8 triliun).

Baca juga : KPK Usut Dugaan Korupsi Konsumsi RSUD Pekalongan

Selain itu, proyek ini dikerjakan oleh berbagai BUMN seperti Pertamina, MIND ID, hingga Krakatau Steel dengan dukungan pembiayaan dari Danantara. Ini merupakan kolaborasi bersama antar-BUMN untuk mendorong percepatan dari proyek yang sebelumnya direncanakan. Sinergi perusahaan pelat merah sangat menentukan keberhasilan transformasi ekonomi nasional. PYB

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Minggu, 3 Mei 2026 dengan judul "Program Hilirisasi Tahap II Senayan Sepakat Kurangi Ekspor Mineral Mentah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense