BREAKING NEWS
 

Yulisman: Kenaikan Pertamax untuk Jaga Energi Nasional

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 17 Juni 2026 15:34 WIB
Foto: Fraksi Golkar DPR.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR dari Fraksi Partai Golkar Yulisman menilai, penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax yang dilakukan pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) perlu dilihat dalam kerangka menjaga keberlanjutan pengelolaan energi nasional sekaligus memastikan perlindungan terhadap masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Menurut Yulisman, pemerintah saat ini menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan sektor energi, kemampuan fiskal negara, dan keterjangkauan energi bagi masyarakat.

Karena itu, kebijakan terkait BBM nonsubsidi dan BBM bersubsidi memiliki pendekatan yang berbeda sesuai karakteristik dan tujuan masing-masing.

Baca juga : Bajul Ijo Kenalkan 5 Pemain Anyar Lokal

“Penyesuaian harga Pertamax tidak dapat dilepaskan dari perkembangan harga minyak dunia dan biaya pengadaan energi. Namun yang perlu dicatat, pemerintah juga tidak sepenuhnya melepaskan harga Pertamax mengikuti harga pasar. Sampai saat ini harga yang dijual Pertamina masih berada di bawah harga keekonomiannya,” ujar Yulisman, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa penyesuaian harga tersebut mengacu pada perkembangan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan akibat ketidakpastian geopolitik global.

Adsense

Kondisi tersebut, menurutnya, turut memengaruhi biaya pengadaan BBM yang harus dikelola pemerintah dan Pertamina. Yulisman menegaskan pemerintah tetap berupaya agar penyesuaian harga dilakukan secara terukur.

Baca juga : Argentina Vs Aljazair, Ujian Pertama Bagi Petahana

Di sisi lain, komitmen mempertahankan harga Pertalite, Solar subsidi, dan LPG 3 kilogram hingga akhir 2026 menunjukkan bahwa perlindungan terhadap masyarakat tetap menjadi prioritas.

“Pemerintah tetap berupaya menjaga agar penyesuaian dilakukan secara terukur. Di sisi lain, komitmen untuk mempertahankan harga Pertalite, Solar subsidi, dan LPG 3 kilogram hingga akhir tahun 2026 menunjukkan bahwa perlindungan terhadap masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” katanya.

Legislator dari Daerah Pemilihan Riau II itu juga menyoroti dinamika harga energi global yang sangat dipengaruhi situasi geopolitik.

Baca juga : CERI: Sinergi Migas dan EBT jadi Kunci Ketahanan Energi Nasional

Karena itu, ia berharap apabila ketegangan global mereda dan harga minyak dunia kembali turun, akan terbuka ruang untuk normalisasi harga BBM nonsubsidi di masa mendatang.

“Kita berharap situasi global semakin kondusif dan harga minyak dunia kembali stabil. Jika tekanan terhadap harga energi berkurang, tentu akan semakin terbuka ruang bagi penyesuaian harga yang lebih baik di masa mendatang. Karena itu, kita perlu melihat kebijakan ini dalam konteks yang dinamis, bukan hanya pada satu momentum tertentu,” tegasnya.

Yulisman menambahkan, Komisi XII DPR akan terus mendukung berbagai langkah pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas sektor energi, memperkuat keberlanjutan subsidi, serta memastikan masyarakat tetap memperoleh akses energi yang terjangkau dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense