Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
CERI: Sinergi Migas dan EBT jadi Kunci Ketahanan Energi Nasional
Selasa, 16 Juni 2026 21:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga persaingan ekonomi dan energi antarnegara besar, dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global.
Kondisi tersebut menuntut Indonesia memperkuat ketahanan energinya agar tidak rentan terhadap gejolak harga maupun gangguan pasokan yang dapat berdampak pada perekonomian nasional.
Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman menilai, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat fondasi ketahanan energi nasional melalui strategi yang seimbang antara pengembangan sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) serta percepatan energi baru dan terbarukan (EBT).
Menurut Yusri, migas dan EBT tidak boleh diposisikan sebagai pilihan yang saling menggantikan. Keduanya justru harus berjalan beriringan sebagai instrumen utama untuk menjamin keamanan pasokan energi nasional.
Baca juga : Adhyaksa Dault: Beri Prabowo Kesempatan Tuntaskan Pembenahan Nasional
Ia menegaskan, sektor hulu migas masih memegang peran strategis dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.
Karena itu, peningkatan investasi, percepatan eksplorasi, pengembangan lapangan baru, serta optimalisasi produksi harus terus menjadi prioritas.
Yusri menilai, temuan cadangan migas baru, termasuk di wilayah Andaman, menunjukkan Indonesia masih memiliki potensi sumber daya yang besar untuk mendukung ketahanan energi jangka panjang.
Namun, temuan tersebut harus diikuti dengan percepatan pengembangan agar dapat segera berkontribusi terhadap produksi nasional.
Baca juga : PKB Beri Karpet Merah Kepada Generasi Muda
Di sisi lain, pengembangan energi baru dan terbarukan juga harus terus dipercepat sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi transisi energi global.
Menurutnya, gas bumi dapat berperan sebagai energi transisi yang menjembatani kebutuhan energi saat ini dengan target peningkatan bauran energi terbarukan di masa depan.
Dengan pendekatan tersebut, Indonesia dinilai dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, dan komitmen terhadap pembangunan rendah karbon.
"Ketahanan energi nasional tidak dapat hanya mengandalkan satu sumber energi. Indonesia membutuhkan kombinasi yang seimbang antara peningkatan produksi migas dan percepatan pengembangan energi terbarukan agar mampu menghadapi berbagai risiko global yang semakin kompleks," ingat Yusri.
Baca juga : LAFKI: Mutu Pelayanan jadi Kunci Transformasi Kesehatan
Ia menambahkan, jika sinergi tersebut dijalankan secara konsisten, Indonesia tidak hanya mampu menjaga ketahanan energinya, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
"Jika sinergi ini dapat dijalankan secara konsisten, Indonesia tidak hanya mampu menjaga ketahanan energinya, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang," tutup Yusri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya