Dark/Light Mode

Jerman Kekurangan Generasi Muda, Lirik Tenaga Kerja Indonesia

Selasa, 16 Juni 2026 12:31 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie. (Foto: Kadin)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie. (Foto: Kadin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan kalangan bisnis Jerman menunjukkan antusiasme tinggi untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan Indonesia, termasuk peningkatan investasi dan program pertukaran tenaga kerja antarnegara.

“Terlihat banyak sekali animo keinginan untuk, satu, berdagang, memanfaatkan daripada IEU-CEPA, sangat antusias dan tentunya kita juga sangat antusias,” kata Anindya usai menghadiri Indonesia-Germany Economic Dialogue dan Germany Business Dialogue di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Anindya menjelaskan, minat dunia usaha Jerman tidak hanya terkait perdagangan, tetapi juga mencakup sektor industrialisasi seperti pengembangan mineral kritis, transisi energi, dan teknologi manufaktur yang lebih maju.

Menurut dia, peluang kerja sama ekonomi kedua negara diperkirakan semakin terbuka setelah implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Selain perdagangan dan industrialisasi, kata dia, Jerman juga berminat meningkatkan investasi langsung atau foreign direct investment (FDI) di Indonesia.

Baca juga : BI: Naik 1,9 Persen, Utang Luar Negeri RI April 2026 Tetap Terjaga

Anindya menambahkan kedua negara juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang ketenagakerjaan melalui program pertukaran pekerja. “Kami berterima kasih Pak Menko memperjuangkan juga bagaimana tenaga kerja kita bisa lebih banyak ke sana. Bahkan dari pihak mereka, dari Jerman juga ingin ada pertukaran pekerja supaya bisa terjadi bukan hanya relasi yang baik antara people to people tapi juga saling belajar,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka.

Menurut Airlangga, delegasi bisnis Jerman secara khusus ingin mengetahui peluang kerja sama ekonomi yang dapat dikembangkan setelah implementasi IEU-CEPA. “Jerman membawa delegasi bisnis dan mereka menanyakan pasca IEU-CEPA ini apa yang menjadi peluang untuk Indonesia,” katanya.

Ia mengatakan, Jerman juga memberikan apresiasi terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah menurunnya jumlah generasi muda di negara tersebut, Jerman melihat peluang untuk memperkuat kerja sama ketenagakerjaan dan pengembangan kompetensi.

Baca juga : Kementan Gandeng AKDI Dongkrak Ekspor Durian Indonesia Ke China

Airlangga mengungkapkan kedua negara berencana membahas lebih lanjut kerja sama penempatan tenaga kerja dan program pelatihan melalui forum Joint Commission on Industry and Economy yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.

“Di bulan September mendatang kita bisa persiapkan rencana dua pihak untuk penempatan tenaga kerja ataupun pelatihan baik itu orang Indonesia maupun Jerman,” ujarnya.

Selain isu ketenagakerjaan, delegasi Jerman juga menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi di sektor mineral strategis Indonesia, termasuk unsur tanah jarang (rare earth) dan nikel.

“Mereka menanyakan sektor apa lagi yang bisa mendorong kerja sama Indonesia dan Jerman. Terutama mereka tertarik terkait dengan rare earth juga termasuk mengenai nickel,” kata Airlangga.

Baca juga : Dukung Performa Generasi Muda, AQUA Jadi Hydration Partner Resmi DBL

Meski demikian, Airlangga menegaskan kerja sama industri yang dibangun perlu mempertimbangkan kondisi pasar global, termasuk adanya kelebihan kapasitas produksi baja di Eropa, sehingga kolaborasi investasi diarahkan pada sektor-sektor yang masih memiliki ruang pertumbuhan.

Ia berharap kerja sama ekonomi Indonesia dan Jerman dapat terus berkembang melalui peningkatan perdagangan, investasi, pengembangan industri, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia kedua negara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.