RM.id Rakyat Merdeka - Harga daging sapi mulai ngamuk di sejumlah daerah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga komoditas ini pada pekan pertama Agustus 2026 rata-rata mencapai Rp 143.737 per kilogram, melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp 140 ribu. Bahkan, di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, harganya menembus Rp180 ribu per kilogram.
Menanggapi kondisi ini, anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendorong Pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional, untuk segera melakukan intervensi terhadap lonjakan harga daging sapi yang di sejumlah daerah sudah jauh melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP).
Dikatakan, sata BPS mencatat rata-rata harga daging sapi nasional pada pekan pertama Agustus 2026 telah menyentuh Rp 143.737 per kilogram, namun di beberapa wilayah jauh lebih tinggi, bahkan di Kalbar Kabupaten Kubu Raya sudah 17,86 persen di atas HAP dengan harga Rp 165.000 per kilogram dan Kabupaten Melawi bahkan 28,6 perse di atas HAP hingga tembus Rp 180.000 per kilogram.
"Yang memprihatinkan, dua daerah ini berada di Kalimantan Barat, dapil kami sendiri, sehingga persoalan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan beban nyata yang dirasakan langsung masyarakat di sana," kata Daniel Johan dalam keterangannya kepada RM.id, Selasa (11/8/2026).
Baca juga : Harga Daging Sapi Ngamuk Ke 180 Ribu
Kata Daniel, akar masalahnya ada di sisi hulu, yaitu terbatasnya populasi dan produktivitas sapi lokal yang membuat pasokan tidak mampu mengimbangi permintaan pasar.
Karena itu, Daniel mendesak, penguatan populasi sapi lokal harus dijadikan program prioritas nasional, disertai keberpihakan nyata kepada peternak melalui bantuan bibit, akses pembiayaan yang mudah, penguatan infrastruktur peternakan, dan jaminan harga yang layak, agar peternak terdorong untuk terus berproduksi.
Ditambahkan legislator dapil Kalbar I ini, stabilisasi harga dan operasi pasar juga harus menjangkau daerah-daerah seperti Kalimantan Barat, bukan hanya terpusat di Jawa.
Politisi PKB ini pun berharap, kebijakan pengendalian inflasi pangan tidak mengorbankan peternak lokal lewat impor besar-besaran, melainkan mampu menyeimbangkan kepentingan konsumen dan keberlangsungan produksi peternak dalam negeri.
Baca juga : Tuan RumaH Kayong Utara Raih Sukses Ganda Masuk 5 Besar
"Ternak ruminansia harus menjadi prioritas nasional, sehingga swasembada daging sapi maupun lainya bisa kita wujudkan, namun sekali lagi harus ada program nasional dan harus ada direktif presiden seperti halnya program swasembada beras yang menjadi fokus pemerintah saat ini, demikian halnya dengan ternak harus diprioritaskan," bebernya.
Sebelumnya, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, secara nasional harga daging sapi pada pekan pertama Agustus 2026 naik 0,54 persen dibandingkan Juli 2026. Kenaikan tersebut membuat harga komoditas ini berada di atas HAP yang telah ditetapkan pemerintah.
"Secara nasional, rata-rata harga daging sapi di minggu pertama Agustus 2026 sudah menyentuh harga Rp 143.737 per kilogram," ungkap Amalia dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah secara daring di Jakarta, Senin (10/8/2026).
BPS mencatat, terdapat 56 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perubahan Harga (IPH). Kondisi tersebut membuat harga daging sapi perlu mendapatkan perhatian khusus, terutama di daerah yang kenaikannya cukup tinggi.
Baca juga : Dukung Swasembada Gula, Sonny Minta Pabrik Nakal Ditindak Tegas
"Untuk daging sapi ini perlu mendapatkan perhatian khusus," ujar Amalia.
Salah satu daerah dengan lonjakan harga cukup tinggi berada di Kalimantan Barat. Di Kabupaten Kubu Raya, harga daging sapi tercatat Rp 165 ribu per kilogram atau 17,86 persen di atas HAP. Kondisi lebih tinggi terjadi di Kabupaten Melawi. Harga daging sapi di wilayah tersebut mencapai Rp 180 ribu per kilogram atau 28,6 persen di atas HAP.
Lonjakan harga juga terjadi di sejumlah daerah lainnya. Di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, harga daging sapi tercatat Rp 157.333 per kilogram atau 12,38 persen di atas HAP.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.