BREAKING NEWS
 

Di Tengah Muktamar NU, Fatayat Anti Kekerasan Diserukan

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : FAQIH MUBAROK
Minggu, 30 Agustus 2026 13:20 WIB
Ketua Bidang Advokasi PP Fatayat NU sekaligus Ketua Fraksi PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menyerukan gerakan bersama untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Fatayat Anti Kekerasan (FANTIK). Foto: MPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah rangkaian Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (PP Fatayat NU) menyerukan gerakan bersama untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Fatayat Anti Kekerasan (FANTIK).

Aksi tersebut menjadi penegasan bahwa perjuangan melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, pesantren, organisasi keagamaan, komunitas, dan seluruh elemen bangsa.

Ketua Bidang Advokasi PP Fatayat NU sekaligus Ketua Fraksi PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menyampaikan, dari data Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) dan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), diketahui sekitar 1 dari 4 perempuan dan 1 dari 2 anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan.

Karena itu, data tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan dan perlindungan.

Baca juga : 401 Suara Setuju, Muktamar NU Ketok Palu Pemilihan Ketum Lewat AHWA

“Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Data ini menunjukkan bahwa persoalan kekerasan bukan persoalan kecil dan bukan persoalan yang bisa diselesaikan oleh satu lembaga saja. Fatayat NU hadir untuk memastikan perempuan dan anak mendapatkan perlindungan, rasa aman, keberanian untuk bersuara, dan akses terhadap keadilan,” ujar Neng Eem di sela kegiatan FANTIK di arena Muktamar NU, Jumat (28/8/2026) kemarin.

Lebih jauh Neng Eem mengatakan, pendekatan terhadap kekerasan tidak boleh hanya berfokus pada penanganan setelah kejadian. Pencegahan harus dilakukan sejak dari lingkungan terdekat.

Adsense

Ia menilai keluarga memiliki posisi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Namun, keluarga juga tidak dapat bekerja sendiri.

Diperlukan ekosistem perlindungan yang memungkinkan korban atau orang yang mengetahui adanya kekerasan untuk berani berbicara, melapor, mendapatkan pendampingan, dan memperoleh keadilan.

Baca juga : Diungkapkan Wakil Ketua MUI, Muktamar NU Harus Perkuat Ukhuwah NU-Muhammadiyah

“Kita harus membangun budaya yang berani mengatakan tidak terhadap kekerasan. Jangan menyalahkan korban. Jangan membiarkan korban sendirian. Dan jangan pernah menormalisasi kekerasan atas nama tradisi, relasi kuasa, ataupun alasan apa pun,” tegas Neng Eem.

Sementara itu, dipilihnya arena Muktamar NU sebagai salah satu ruang menyuarakan FANTIK memiliki makna penting, menurut Neng Eem, karena Organisasi keagamaan, mempunyai peran strategis dalam membangun budaya masyarakat yang menolak kekerasan.

Ia mengatakan Fatayat NU memiliki jaringan yang luas hingga tingkat akar rumput sehingga dapat menjadi bagian penting dari gerakan pencegahan kekerasan.

Melalui FANTIK, PP Fatayat NU akan terus memperkuat sejumlah agenda, mulai dari edukasi dan literasi, pencegahan kekerasan, advokasi kebijakan, pendampingan korban, hingga penguatan ruang aman bagi perempuan dan anak.

Baca juga : Peserta Muktamar NU Puji Pidato Prabowo, Minta Sinergi Pemerintah-Ulama Diperkuat

Neng Eem juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap diam ketika mengetahui adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Bersama Fatayat NU, ayo cegah kekerasan. Tidak ada ruang bagi kekerasan terhadap perempuan dan anak,” pungkas Neng Eem.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense