Dark/Light Mode

Jelang Muktamar NU, Kiai Maruf Wanti-wanti Soal Politik Uang

Kamis, 27 Agustus 2026 10:33 WIB
Ma’ruf Amin. (Foto: Dwi Pambudi/RM)
Ma’ruf Amin. (Foto: Dwi Pambudi/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin menegaskan pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar NU tidak boleh didasarkan pada pesanan atau kepentingan pihak tertentu.

KH Ma’ruf mengatakan mekanisme pemilihan pemimpin di lingkungan NU harus berjalan sesuai hati nurani serta tuntunan para ulama.

“Mekanisme AHWA itu dipilih oleh cabang (PCNU) dan wilayah (PWNU) dengan memilih orang yang terbaik dari yang ada. Bukan kemauan pihak tertentu, pesanan. Itu bukan AHWA,” ujar KH Ma’ruf seusai ziarah ke makam salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Hasbullah, di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, seperti dikutip dari NU Online, Rabu (26/8/2026) malam.

Menurut dia, terdapat sejumlah kriteria yang harus dimiliki seseorang untuk menjadi anggota AHWA, di antaranya memiliki kapasitas keilmuan dan pengetahuan agama yang memadai, bersikap warak, serta tidak mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang tidak baik.

Baca juga : Jelang Kedatangan Prabowo, Pengamanan VVIP Muktamar Ke-35 NU Diperketat

“Syarat menjadi AHWA, seorang ulama yang memiliki pengetahuan, kapasitas keilmuan yang cukup, warak, dan tidak dipengaruhi hal-hal yang tidak baik,” tuturnya.

Ia menegaskan pemilihan anggota AHWA harus mengacu pada kriteria tersebut dengan memilih sosok yang paling memenuhi persyaratan dari kandidat yang tersedia.

“Memilih sesuai dengan kriteria, artinya memilih yang paling afdhol daripada yang ada,” katanya.

Dalam kesempatan itu, KH Ma’ruf juga berharap tidak terjadi praktik politik uang (money politic) dalam proses pemilihan pemimpin pada Muktamar NU.

Baca juga : Muktamar ke-35 NU Akan Dibuka Presiden

Ia menilai praktik tersebut tidak pantas terjadi dalam organisasi keagamaan seperti NU dan meminta seluruh peserta mengedepankan hati nurani dalam menentukan pilihan.

“Ya kita harapkan itu tidak ada, jangan ada. Karena tidak layak kalau NU, kalau partai mungkin pantaslah, tapi kalau NU iya enggak pantaslah,” ujarnya.

KH Ma’ruf juga berharap seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 berjalan dengan baik dan menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan harapan warga NU.

“Harapannya Muktamar ini berjalan dengan baik, tidak ada apa-apa, menghasilkan pemimpin yang memang diharapkan. Dan juga tidak ada yang berjalan dengan tidak terpuji, tidak baik, semuanya berjalan dan semua memilih pemimpinnya sesuai dengan hati nurani, sesuai dengan tuntunan para ulama,” katanya.

Baca juga : Jelang Muktamar, Forum Ulama Nahdliyin Gelar Halaqah Refleksi Kepemimpinan PBNU

Muktamar ke-35 NU digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026 dan akan dibuka oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Muktamar tersebut menjadi forum tertinggi NU untuk memilih Ketua Umum PBNU dan Rais Aam. Selain agenda kepemimpinan, forum tersebut juga membahas berbagai persoalan keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.