Sebelumnya
Diskusi Kebangsaan tersebut menghadirkan berbagai perspektif, antara lain akademisi dan pakar manajemen transportasi, operator transportasi publik, praktisi transportasi dan pengguna lintas moda, sektor swasta dan industri digital, pemerintah serta institusi pendidikan kedinasan, hingga perspektif perempuan dan generasi muda.
Keragaman perspektif tersebut dinilai penting karena persoalan konektivitas nasional tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja. “Indonesia terlalu besar untuk dibangun oleh satu institusi,” ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, BUMN, sektor swasta, perguruan tinggi, sektor keuangan, komunitas, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem transportasi nasional.
Pada kesempatan yang sama, sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat turut memberikan pandangan. Anton Sukartono Suratto menekankan pentingnya memastikan pembangunan infrastruktur diikuti dengan perawatan dan pengelolaan yang berkelanjutan agar investasi yang telah dilakukan tetap optimal.
Baca juga : Ibas: Demokrasi, Ekonomi, Dan Kesejahteraan Bisa Berjalan Bersama
Faujia Helga Tampubolon menyoroti pentingnya pemerataan konektivitas dan kerja sama nyata antara pemerintah pusat dan daerah. “Bagaimana pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah pun harus nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Wastam menekankan peran konektivitas transportasi dalam mendukung pergerakan logistik dan aktivitas ekonomi, khususnya melalui pengembangan jaringan transportasi yang saling terhubung. Pada forum tersebut, perspektif generasi muda juga turut hadir.
Puteri Indonesia Maharani Divaningtyas mengapresiasi forum yang mempertemukan pakar, profesional, penggerak NGO, dan generasi muda dalam satu ruang diskusi.
“Forum ini luar biasa karena menghadirkan berbagai perspektif. Harapannya, diskusi seperti ini dapat terus berkelanjutan dan menghasilkan kebijakan yang segera dieksekusi,” ujar Maharani.
Baca juga : 25 Tahun Demokrat, Ibas Minta Kader Makin Dekat Rakyat
Pada akhirnya, Ibas menegaskan bahwa makna Indonesia terkoneksi bukan sekadar memiliki lebih banyak jalan, rel, pelabuhan, atau bandara.
“Indonesia terkoneksi adalah ketika orang bisa bergerak, barang bisa bergerak, informasi bisa bergerak, dan kesempatan bisa bergerak,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan momentum Hari Perhubungan Nasional sebagai titik penguatan komitmen bersama dalam membangun konektivitas nasional.
“Mari kita hubungkan Indonesia. Mari kita gerakkan Indonesia. Mari kita majukan Indonesia. Indonesia terkoneksi, Indonesia maju,” pungkasnya.
Baca juga : Edhie Baskoro: Kreativitas Anak Muda Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Indonesia
Kegiatan tersebut turut dihadiri Muhammad Lokot Nasution, Harmusa Oktaviani, Wastam, Anton Sukartono Suratto, Dr. Hinca I.P. Pandjaitan XIII, Marwan Cik Asan; H. Achmad, H. Teuku Ibrahim, serta Faujia Helga Br. Tampubolon.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.