BREAKING NEWS
 

Edhie Baskoro: Indonesia Emas Harus Tanpa Bandar Narkoba

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : FAQIH MUBAROK
Rabu, 23 September 2026 15:03 WIB
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat Audiensi Kebangsaan bertema Indonesia Emas Tanpa Bandar Narkoba: Generasi Muda Keren, Jadi Solusi dan Penggerak Kemajuan Bangsa, di Rumah Kebangsaan MPR RI, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Foto: MPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengajak generasi muda menjadi bagian penting dari gerakan mewujudkan Indonesia Emas tanpa bandar narkoba.

Pesan tersebut disampaikan Ibas saat menerima audiensi Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Indonesia, GRANAT, para duta anti narkoba, serta sejumlah elemen masyarakat dalam Audiensi Kebangsaan bertema “Indonesia Emas Tanpa Bandar Narkoba: Generasi Muda Keren, Jadi Solusi dan Penggerak Kemajuan Bangsa”, di Rumah Kebangsaan MPR RI, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Mengawali pertemuan, Ibas Yudhoyono menyampaikan pesan kepada generasi muda agar menjadi generasi yang bermakna dan berdampak. "Berpikir besar, bertindak nyata, dan membumi dalam manfaat," kata Ibas.

Baca juga : Menuju Indonesia Emas 2045, Wamen Fajar Ajak Mahasiswa Jadi Generasi Unggul

Menurut Edhie Baskoro, tema Indonesia Emas tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi. Indonesia Emas juga membutuhkan generasi muda yang sehat, berkarakter, produktif, kreatif, dan mampu menjadi solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

Bukan Hanya Lindungi Pemuda, Bandar Harus Diburu

Ibas menegaskan bahwa pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Generasi muda harus diperkuat melalui pencegahan dan edukasi. Namun pada saat yang sama, jaringan pemasok, pengedar, dan bandar narkoba harus menjadi sasaran utama pemberantasan.

Baca juga : Kunjungi PLTA Ngebel, Ibas Dorong Kemandirian Energi Daerah

“Tidak ada yang bisa kita lakukan sendiri. Mari kita berkolaborasi, mari kita bersinergi,” ujar Ibas.

Menurutnya, perang melawan narkoba tidak boleh berhenti pada penangkapan pengguna atau kurir. Penegakan hukum perlu diarahkan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar, termasuk aktor yang mengendalikan perdagangan narkotika dan keuntungan ekonomi di baliknya.

“Putus jalurnya, bongkar jaringannya, kejar bandarnya,” pesannya.

Baca juga : Sosialisasi BPJS Kesehatan Di Ngawi, Ibas Tekankan Kesehatan Investasi Utama

Ibas juga mendorong penelusuran aliran dana yang berasal dari perdagangan narkoba sehingga pemberantasan tidak hanya menyasar barang, tetapi juga keuntungan dan aset yang dihasilkan dari kejahatan tersebut.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense