Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Menpora: Bonus Rp3 Miliar Menanti Peraih Emas Asian Games 2026
- Eugenia Diva Persembahkan Perunggu Buat Indonesia
- Praperadilan, Silmy Karim Minta Penyitaan dan Status Tersangka Dicabut
- Beredar Hoax Bantuan Rp300 Juta, Ini Klarifikasi Pemprov Papua
- Polri Kerahkan 5.641 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026
Menuju Indonesia Emas 2045, Wamen Fajar Ajak Mahasiswa Jadi Generasi Unggul
Senin, 21 September 2026 21:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengajak mahasiswa baru mempersiapkan diri menjadi generasi unggul, berkarakter, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Fajar saat memberikan kuliah umum dalam Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa (PESONAMU) 2026 di Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung), Senin (21/9/2026).
Kuliah umum tersebut diikuti 1.566 mahasiswa baru. Fajar mengingatkan, mereka akan berada pada usia sekitar 37 hingga 39 tahun ketika Indonesia merayakan satu abad kemerdekaan pada 2045.
Pada usia tersebut, mahasiswa hari ini akan berada pada masa produktif. Mereka akan menjadi bagian penting dari penggerak perekonomian sekaligus tulang punggung ekonomi keluarga.
“Adik-adik pada tahun 2045 akan berada pada usia paling produktif. Karena itu, sejak sekarang harus menempa diri menjadi manusia yang memiliki karakter, pengetahuan luas, dan keterampilan hidup yang kokoh,” ujar Fajar.
Fajar juga mengingatkan mahasiswa untuk menghargai perjuangan orang tua yang telah membiayai pendidikan mereka. Kesempatan menempuh pendidikan tinggi harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengejar ijazah. Mereka juga harus membangun kompetensi yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.
Baca juga : Skoring TKA SMA/SMK 2026: Rentang Nilai 200-800, Istimewa 725,00
“Orang tua sudah berjuang untuk menguliahkan kalian. Semua itu harus dibayar lunas dengan totalitas menjalani perkuliahan. Dunia kerja bukan hanya membutuhkan ijazah, tetapi juga kompetensi,” pesannya.
Fajar kemudian menyoroti perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kondisi tersebut menuntut mahasiswa memiliki kemampuan beradaptasi.
Karena itu, mahasiswa diminta membangun budaya belajar sepanjang hayat. Mereka perlu memperdalam keahlian sesuai bidang studi. Namun, wawasan juga harus diperluas dengan mempelajari bidang lain.
“Jangan pernah berhenti belajar. Perdalam kompetensi sesuai jurusan yang kalian pilih, tetapi perluas juga wawasan dan pelajari ilmu di luar bidang yang kalian tekuni,” ujarnya.
Selain kemampuan akademik, Fajar mengajak mahasiswa aktif berorganisasi. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk melatih kepemimpinan dan kemampuan komunikasi.
Fajar berharap mahasiswa tidak hanya mempersiapkan diri untuk mendapatkan pekerjaan. Mereka juga diharapkan mampu menciptakan peluang dan menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.
Baca juga : Cek 6 Poin Penting, Pendaftaran TKA SMA/SMK Ditutup 27 September 2026
Perguruan tinggi, kata dia, harus menjadi tempat lahirnya inovator, peneliti, pendidik, dan wirausahawan. Mereka diharapkan mampu mengembangkan potensi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru.
“Profesi apa pun itu mulia selama memberikan dampak dan manfaat bagi sesama,” tegasnya.
Sebagai alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta, Fajar juga mengajak mahasiswa UM Bandung memanfaatkan jejaring 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia.
Jejaring tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman, dan kolaborasi. Fajar juga menekankan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Islam berkemajuan yang moderat dan inklusif.
Menurutnya, nilai tersebut harus diwujudkan melalui karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
“Jadilah mahasiswa yang someah budayana, luhur lampahna, gede dampakna. Harumkan nama almamater dengan ilmu, akhlak, dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” pesan Fajar.
Baca juga : Indra Charismiadji: Jangan Sampai Jadi Keputusan Darurat
Sementara itu, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran Fajar. Menurutnya, kehadiran Wamendikdasmen menjadi penyemangat bagi mahasiswa baru yang mulai menjalani pendidikan tinggi.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Bandung sekaligus Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad juga mengingatkan mahasiswa untuk membangun cara berpikir yang lebih mendalam.
Mahasiswa, kata Dadang, perlu menjadi pembelajar sepanjang hayat. Kecerdasan intelektual juga harus berjalan seimbang dengan integritas moral dan kepedulian sosial.
Menutup kuliah umumnya, Fajar kembali mengingatkan mahasiswa agar menjadikan perjuangan orang tua sebagai motivasi. Kesempatan menempuh pendidikan tinggi harus digunakan untuk mempersiapkan masa depan.
“Pada 2045, kalian akan menjadi tumpuan keluarga dan harapan bangsa. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Jadilah generasi unggul yang tidak hanya menikmati kemajuan Indonesia, tetapi juga menghadirkan kemajuan dan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Fajar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya