BREAKING NEWS
 

Edhie Baskoro: Indonesia Emas Harus Tanpa Bandar Narkoba

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : FAQIH MUBAROK
Rabu, 23 September 2026 15:03 WIB
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat Audiensi Kebangsaan bertema Indonesia Emas Tanpa Bandar Narkoba: Generasi Muda Keren, Jadi Solusi dan Penggerak Kemajuan Bangsa, di Rumah Kebangsaan MPR RI, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Foto: MPR RI

 Sebelumnya 
Ekonomi Bayangan dan Perputaran Uang Narkoba

Ibas mengingatkan bahwa perdagangan narkoba memiliki dimensi ekonomi yang sangat besar. Dalam pemaparannya kepada para pegiat anti narkoba, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu menyampaikan:

“Sektor ekonomi bayangan itu hari ini berputar kurang lebih hampir 100 kuadriliun rupiah,” katanya.

Baca juga : Menuju Indonesia Emas 2045, Wamen Fajar Ajak Mahasiswa Jadi Generasi Unggul

Dia kemudian menyebut sejumlah aktivitas ilegal yang perlu dicermati, di antaranya judi online, perdagangan narkoba, perdagangan manusia, dan penebangan liar. Angka tersebut memiliki cakupan dan metodologi yang berbeda.

Karena itu, Ibas menilai pemberantasan narkoba perlu melihat persoalan bukan hanya dari sisi kesehatan dan keamanan, tetapi juga dari sisi ekonomi ilegal dan aliran keuangan kejahatan.

Perkuat Titik Rawan Masuk Narkoba

Baca juga : Kunjungi PLTA Ngebel, Ibas Dorong Kemandirian Energi Daerah

Ibas juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap berbagai titik rawan masuknya narkoba ke Indonesia. Dengan wilayah Indonesia yang luas dan berbentuk kepulauan, pengawasan terhadap perbatasan darat, perbatasan laut, pelabuhan, pintu masuk internasional, serta jalur-jalur ilegal menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penyelundupan.

Anggota Komisi XII DPR RI tersebut mendorong penguatan sinergi antara BNN, Polri, TNI, Bea Cukai, Imigrasi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Jangan sampai wilayah perbatasan dan kawasan yang sulit diawasi justru dimanfaatkan jaringan narkotika,” ujarnya.

Baca juga : Sosialisasi BPJS Kesehatan Di Ngawi, Ibas Tekankan Kesehatan Investasi Utama

Menurutnya, teknologi, pertukaran informasi, deteksi dini, dan pengawasan terpadu perlu terus dikembangkan untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.

“Kita tidak boleh hanya menunggu narkoba beredar. Kita harus mencegahnya sejak dari pintu masuk,” tuturnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense