BREAKING NEWS
 

Atasi Masalah BBM

Wayan Sudirta Minta Pertamina Percepat Normalisasi Pasokan di Bali

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 14 Oktober 2026 11:02 WIB
Foto: PDIP.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Bali, I Wayan Sudirta, meminta Pertamina mempercepat normalisasi pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.

Dia juga mendorong evaluasi sistem distribusi dan logistik untuk menjaga kelancaran pasokan ke depan. Antrean kendaraan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Denpasar, Badung, dan Tabanan.

Kondisi tersebut berdampak pada mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kenyamanan wisatawan di Bali yang dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata internasional.

Berdasarkan pemantauan langsung dan laporan di lapangan, masyarakat, mulai dari pekerja harian, pengemudi ojek online hingga wisatawan, harus menghabiskan waktu cukup lama untuk mendapatkan BBM.

Antrean kendaraan bahkan mengular hingga ke jalan raya dan menimbulkan kemacetan di sejumlah titik.

"Saya sangat prihatin dan menyayangkan. Bali adalah etalase pariwisata Indonesia yang mobilitas masyarakatnya sangat tinggi. Keterlambatan distribusi dengan alasan kendala logistik kapal yang bersandar di Terminal Manggis maupun Sanggaran perlu menjadi perhatian bersama agar tidak terus berulang. Masyarakat kita yang terdampak, waktu mereka terbuang, dan aktivitas ekonomi rakyat kecil ikut terhambat," ujar Sudirta, yang juga menjabat Kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Pusat PDIP.

Baca juga : Perluas Peluang Pasar Global, Pertamina Bekali UMKM dengan Pelatihan Ekspor

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus sebelumnya menyampaikan bahwa gangguan pasokan BBM dipicu keterlambatan kapal tanker.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina telah menambah pasokan sebesar 26.200 kiloliter dan mengoperasikan terminal tertentu selama 24 jam penuh.

Sudirta mengapresiasi langkah penanganan tersebut. Namun, dia menilai upaya pemulihan perlu diikuti pengawasan dan evaluasi agar tambahan pasokan dapat segera menjangkau SPBU yang membutuhkan.

Dia juga mengapresiasi kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster yang menginstruksikan SPBU di Denpasar dan Badung beroperasi selama 24 jam.

Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Meski demikian, berdasarkan pengamatannya di lapangan, masih terdapat SPBU yang kehabisan stok BBM meskipun beroperasi selama 24 jam.

Adsense

Karena itu, diperlukan koordinasi dan langkah lanjutan untuk memastikan ketersediaan BBM kembali normal.

Baca juga : Pertamina Trans Kontinental Raih Empat Penghargaan MECA 2026

Untuk mendukung penanganan persoalan tersebut, Sudirta menyampaikan sejumlah masukan.

Pertama, Pertamina diharapkan memastikan tambahan pasokan BBM terdistribusi secara merata ke SPBU yang mengalami kekosongan, terutama di Denpasar, Badung, dan Tabanan. Operasional 24 jam di Terminal Sanggaran dan Manggis juga perlu dipantau agar berjalan efektif.

Kedua, dia mengapresiasi jajaran kepolisian, baik Polres maupun Polsek setempat, yang telah membantu penanganan antrean di lapangan.

Dukungan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU diharapkan terus ditingkatkan untuk mengurangi kemacetan serta membantu masyarakat memperoleh informasi yang diperlukan.

Sudirta juga berharap, Polda Bali dapat memberikan dukungan kepada personel Polres dan Polsek yang bertugas di lapangan agar penanganan antrean berjalan optimal.

Ketiga, Pertamina perlu mengevaluasi sistem manajemen rantai pasok maritim (maritime supply chain) untuk wilayah Bali. Evaluasi tersebut diharapkan mencakup penyiapan rencana kontingensi apabila terjadi cuaca buruk atau kendala operasional kapal tanker, sehingga stok penyangga (buffer stock) di terminal darat dapat mencukupi kebutuhan hingga pasokan berikutnya tiba.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Datangkan MT Klasogun, Percepat Pemulihan BBM Bali

Keempat, penyampaian informasi kepada masyarakat perlu ditingkatkan melalui koordinasi Pertamina, kepolisian, dan aparat pemerintah.

Informasi terkini mengenai SPBU yang masih memiliki stok BBM diharapkan dapat disampaikan secara aktif dan berkelanjutan untuk membantu masyarakat menentukan lokasi pengisian serta mengurangi penumpukan antrean.

Menurut Sudirta, informasi yang terlambat dapat membuat masyarakat kehilangan waktu tanpa memperoleh BBM.

Dia mencontohkan warga yang telah mengantre sejak pukul 06.00, tetapi baru mendapat informasi pada pukul 09.00 bahwa penjualan BBM di SPBU tersebut baru dapat dilakukan pukul 13.00. Akibatnya, warga terpaksa pulang setelah mengantre selama tiga jam.

Selain itu, terdapat masyarakat yang telah mengantre berjam-jam, tetapi tidak dapat membeli BBM karena stok di SPBU habis.

"Sebagai wakil rakyat Bali, saya akan terus berusaha memantau perkembangan situasi ini. Kami meminta Pertamina untuk menjamin bahwa dalam 1x24 jam ke depan, kelangkaan ini bisa terurai dan pasokan kembali normal. Jangan biarkan masyarakat Bali kesulitan di tanahnya sendiri," tutup Sudirta.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense