RM.id Rakyat Merdeka - Upaya penyelundupan 1,16 ton ketamin yang digagalkan aparat di perairan Sumatera Utara menjadi pengingat bahwa ancaman narkoba bagi generasi muda kini datang dari luar negeri. Dalam sambutan pada puncak peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Sabtu (24/10/2026), Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan keprihatinannya atas kasus yang diungkap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) itu.
“Tadi saya dapat data dari Pak Kapolri, bahwa baru-baru ini Polri dengan BNN bekerja sama menangkap kapal yang membawa bahan narkoba satu ton ketamin, namanya kapal MT Global 168 di Belawan,” ujar Dasco.
Baca juga : Penyelundupan 1,1 Ton Narkoba ke Indonesia Ternyata Dilakukan Perusahaan Asal Malaysia
Tim gabungan Polri, BNN, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencegat kapal tersebut di perairan Tanjungbalai Asahan, lalu membawanya ke Pelabuhan Belawan. Petugas menyita 58 karung berisi 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) dan mengamankan delapan awak kapal yang terdiri atas tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara Taiwan.
Menurut data Polri, kapal berbendera Mongolia itu berangkat dari Pasir Gudang, Johor, Malaysia, dan terdaftar atas nama perusahaan asal Malaysia, MMP, yang beralamat di Johor Bahru. Penyidik masih menelusuri jaringan di balik pengiriman tersebut.
Baca juga : Dave Laksono Minta Malaysia Transparan soal Konsesi di Titik Api Karhutla
Bagi Dasco, jejak itu memperlihatkan bahwa peredaran narkoba yang mengincar anak-anak bangsa bergerak melintasi batas negara. Ia menilai, penindakan tim gabungan telah menyelamatkan jutaan anak Indonesia dari bahaya narkoba.
“Kita semua wajib berikhtiar untuk memerangi bahaya yang sangat dapat merusak anak-anak negeri,” tegas Dasco.
Baca juga : Kapolri: Hadiah 2 Tahun Pemerintahan Prabowo
Di hadapan para pelaku ekonomi kreatif, Dasco mengaitkan bahaya narkoba dengan kreativitas, bekal utama anak muda untuk berkarya bagi bangsa.
“Kalau sudah kena narkoba ini, kreativitasnya jadi sangat-sangat berkurang,” tuturnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.