BREAKING NEWS
 

DPR: Konser Andrea Bocelli Perkuat Diplomasi Budaya, Dongkrak Pariwisata & Ekraf

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 2 November 2026 10:44 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Penampilan penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dinilai menjadi peluang strategis untuk mengangkat warisan budaya Indonesia ke panggung internasional.

DPR berharap, konser berskala dunia tersebut tidak hanya memperkuat diplomasi budaya, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat lokal.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mengatakan, konser Andrea Bocelli pada Sabtu (31/10/2026) harus dimaknai lebih dari sekadar pertunjukan musik kelas dunia.

Perhelatan tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan warisan peradaban Indonesia dengan ekspresi seni universal yang memiliki jangkauan internasional.

“Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur harus dilihat lebih dari sekadar pertunjukan musik kelas dunia. Peristiwa ini merupakan momentum strategis untuk mempertemukan warisan peradaban Indonesia dengan ekspresi seni universal yang memiliki daya jangkau internasional,” kata Lamhot dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).

Menurut Lamhot, Borobudur bukan sekadar destinasi wisata, melainkan monumen keagamaan dan kebudayaan yang memiliki nilai sejarah, arsitektur, spiritualitas, serta peradaban yang diakui dunia.

Baca juga : Konser Andrea Bocelli di Borobudur Gaungkan Pesan Perdamaian dan Solidaritas

Kehadiran Andrea Bocelli yang memiliki reputasi global dinilai berpotensi memperluas jangkauan promosi Borobudur kepada masyarakat internasional, termasuk mereka yang selama ini lebih mengenal Indonesia melalui Bali atau destinasi wisata alam lainnya.

“Kehadiran Andrea Bocelli, seorang tenor yang memiliki reputasi global, berpotensi memperluas jangkauan promosi Borobudur kepada audiens internasional yang selama ini mungkin mengenal Indonesia terutama melalui Bali atau destinasi wisata alamnya,” ujarnya.

Lamhot menambahkan, perpaduan musik klasik dengan warisan budaya Nusantara dapat menunjukkan bahwa kekayaan budaya Indonesia tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga relevan dengan perkembangan seni dan kebudayaan kontemporer.

Ia juga menilai, konser tersebut dapat menjadi instrumen diplomasi budaya atau soft power Indonesia. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari kemegahan panggung maupun jumlah penonton.

Adsense

“Kita juga perlu mengukur dampaknya terhadap pemberitaan internasional, peningkatan minat kunjungan wisatawan mancanegara, lama tinggal wisatawan, belanja wisata, serta keterlibatan pelaku usaha dan seniman lokal,” tuturnya. 

Di samping promosi pariwisata, Lamhot mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian Borobudur sebagai situs warisan budaya dunia.

Baca juga : Fadli Zon Apresiasi Konser Andrea Bocelli, Angkat Kepedulian untuk Anak Korban Perang

Penyelenggaraan kegiatan berskala internasional di kawasan cagar budaya harus memperhatikan daya dukung lingkungan, kapasitas pengunjung, dampak suara dan getaran, penggunaan peralatan panggung, pengelolaan limbah, hingga keamanan kawasan.

“Pelestarian merupakan prioritas utama, sedangkan pemanfaatan ekonomi dan pariwisata merupakan manfaat yang mengikuti prinsip pelestarian tersebut,” tegasnya.

Lamhot juga mendorong kolaborasi antara seniman internasional dan pekerja seni Indonesia untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.

Menurutnya, konser berskala dunia harus membuka peluang bagi musisi lokal, pekerja produksi, industri perhotelan, transportasi, kuliner, kriya, fesyen, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Seni Indonesia harus memiliki ruang yang setara untuk berdialog, berkolaborasi, dan dikenal dalam jaringan industri seni global,” jelasnya.

Untuk itu, ia mendorong Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, pemerintah daerah, pengelola destinasi, dan pelaku industri membangun program kolaborasi berkelanjutan.

Baca juga : Bamsoet Apresiasi Pengukuhan Prof. Ahmad Redi: Kampus Perkuat Reformasi Birokrasi

Keterlibatan UMKM lokal, pertukaran seniman, pengembangan talenta, serta paket wisata budaya perlu diperkuat agar manfaat ekonomi dari kegiatan internasional dapat dirasakan masyarakat sekitar.

“Jangan sampai sebuah konser besar hanya menghasilkan perhatian publik selama satu atau dua hari, kemudian tidak meninggalkan manfaat jangka panjang bagi daerah,” ucap Lamhot.

Konser bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour tersebut berlangsung pada Sabtu (31/10/2026) malam dan dihadiri ribuan penonton dari dalam maupun luar negeri. Pertunjukan yang memadukan musik klasik dengan kemegahan Candi Borobudur itu berlangsung lancar dan kondusif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense