RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana, mendesak perusahaan minyak dan gas bumi (migas) segera merealisasikan pengembangan blok yang telah mengantongi persetujuan Plan of Development (PoD).
Langkah ini dinilai penting untuk mendongkrak produksi minyak nasional sekaligus menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor.
Dewi mendukung langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang meminta perusahaan migas segera menjalankan komitmen pengembangan blok tersebut.
Baca juga : 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Yulisman Desak Pemulihan Lingkungan
Menurutnya, potensi migas nasional tidak boleh dibiarkan menganggur hanya karena perusahaan tak kunjung merealisasikan rencana pengembangannya.
Dewi menyoroti kesenjangan antara produksi minyak domestik yang berkisar 600-650 ribu barel per hari dengan kebutuhan nasional yang mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari.
“Blok migas yang sudah memiliki persetujuan pengembangan semestinya segera dikerjakan. Jangan sampai potensi produksi nasional tertahan karena perusahaan tidak kunjung merealisasikan komitmennya,” ujar Dewi di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Baca juga : Cek Endra: Perpres 107/2026 Perkuat Kedaulatan Energi Nasional
Dia menilai, arahan pemerintah agar perusahaan yang tidak mampu mengembangkan blok migas mengembalikan konsesinya kepada negara perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi secara objektif.
Evaluasi tersebut, kata Dewi, harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kendala teknis, keekonomian proyek, hingga hambatan perizinan sebelum keputusan diambil sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau perusahaan memang tidak mampu menjalankan proyeknya, pemerintah perlu mengambil langkah tegas sesuai aturan. Namun, hambatan yang berasal dari proses perizinan juga harus diselesaikan agar investasi tidak terus tertunda,” tegas legislator dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan II tersebut.
Baca juga : Beniyanto Tamoreka Dukung Prioritas Gas untuk Industri dan Hilirisasi
Selain evaluasi konsesi, Dewi juga mendorong percepatan perizinan, optimalisasi sumur-sumur tua, serta penerapan teknologi untuk meningkatkan produksi minyak.
Menurutnya, berbagai langkah tersebut harus disertai target dan jadwal pengembangan yang terukur agar potensi migas dapat segera memberikan tambahan produksi bagi Indonesia.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah percepatan produksi yang nyata dan terukur. Setiap potensi migas harus dikelola secara optimal agar ketergantungan impor berkurang dan ketahanan energi nasional semakin kuat,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.