Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra di MotoGP Mandalika
- Kinerja Melesat, Bank Mandiri Buyback Saham Dan Tebar Dividen
- Mbappe Brace, Real Madrid Hajar RB Leipzig
- Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang, PSSI Sanksi Persija-Persita
- Madura United Vs Persib Bandung, Jadwal Padat Jadi Kendala
Jamaludin Malik Dorong Pembenahan Distribusi BBM agar Kebutuhan Warga Terpenuhi
Senin, 19 Oktober 2026 18:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Antrean panjang di sejumlah SPBU di Bali menjadi perhatian Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Jamaludin Malik.
Ia mendorong pembenahan sistem distribusi bahan bakar minyak (BBM) agar ketersediaan pasokan benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke tingkat konsumen.
Jamaludin mengatakan, kepastian stok BBM secara nasional perlu diimbangi dengan kelancaran distribusi di lapangan.
Menurutnya, keandalan pasokan menjadi hal penting untuk menjaga aktivitas masyarakat dan perekonomian tetap berjalan.
Baca juga : Stok BBM Aman, Bahlil Perkuat Armada Pengiriman dan Produksi Energi Domestik
“Pertamina harus memastikan distribusi BBM berjalan lancar. Jangan sampai stok nasional dinyatakan aman, tetapi masyarakat justru kesulitan mendapatkan BBM di SPBU. Persoalan seperti ini harus menjadi perhatian serius karena menyangkut kebutuhan masyarakat dan aktivitas perekonomian,” ujar Jamaludin di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Ia menilai, antrean panjang di SPBU perlu menjadi bahan evaluasi terhadap kesiapan sistem logistik, mulai dari armada pengangkutan, kapasitas penyimpanan, hingga langkah antisipasi ketika terjadi gangguan distribusi atau peningkatan konsumsi secara mendadak.
Menurut Jamaludin, upaya menjaga kelancaran distribusi perlu dilakukan secara proaktif, bukan hanya setelah muncul persoalan di lapangan.
Karena itu, sistem deteksi dini dan skenario penanganan perlu disiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan gangguan pasokan.
Baca juga : Stok Pertalite 18 Hari, Konsumen Pertamax Pindah Ke BBM Subsidi
“Pertamina jangan hanya bergerak setelah muncul persoalan di lapangan. Harus ada sistem deteksi dini dan langkah antisipasi yang jelas. Kalau terjadi keterlambatan pengiriman atau lonjakan permintaan, seharusnya sudah tersedia skenario penanganan agar masyarakat tidak menjadi pihak yang dirugikan,” tegasnya.
Selain itu, Jamaludin meminta penguatan koordinasi antara unit pengolahan, pengangkutan, terminal BBM, dan jaringan SPBU.
Ia menekankan bahwa kelancaran distribusi perlu menjadi salah satu indikator utama dalam mengevaluasi kinerja perusahaan, selain ketersediaan cadangan dan volume BBM.
Legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah II tersebut juga mengingatkan bahwa gangguan distribusi BBM berpotensi meningkatkan biaya transportasi, menghambat aktivitas perdagangan, hingga mempengaruhi sektor pariwisata.
Baca juga : Dewi Yustisiana: Karhutla Jangan Jadi Ritual Tahunan, Perusahaan Lalai Harus Ditindak
Karena itu, ia berharap penanganan antrean di Bali dapat dilakukan dengan cepat sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sistem distribusi di wilayah lain yang memiliki karakteristik geografis serupa, terutama daerah yang bergantung pada jalur distribusi laut.
“Pertamina harus memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa kebutuhan BBM mereka terpenuhi. Kami ingin pembenahan ini tidak berhenti pada penyelesaian antrean, tetapi menjadi perbaikan menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM nasional. Jangan sampai persoalan yang sama terus berulang,” pungkas Jamaludin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya