Sebelumnya
“Ini (PMI) merupakan bagian dari refleksi adanya kenaikan sektor industri. Saya kira ini hal positif karena menunjukkan industri kita bergerak, walau pandemi ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir,” kata Eddy.
Lebih lanjut, Sekjen PAN ini mengatakan, masuknya Covid-19 varian delta ini membuat pemerintah terpaksa menerapkan PPKM. Akibatnya, pelaku usaha industri menjadi terdampak lantaran banyak permintaan menjadi tertunda.
Baca juga : PMI Manufaktur RI Di Atas China, Menperin: Industri Bangkit Lagi
Di satu sisi, daya beli ikut turun lantaran mobilitas masyarakat menjadi sangat terbatas. Adanya peningkatan indeks PMI menunjukkan bahwa sekarang sudah mulai terjadi peningkatan kegiatan di proses sektor industri yang selama beberapa bulan ini tertunda karena varian Delta.
Nah, sekarang sudah masuk dalam proses produksi, sehingga terjadilah pembelian bahan baku, terjadilah proses ke produksi barang mentah menjadi barang jadi.
Baca juga : Menperin Happy Pabrik Mesin Cuci Yang Relokasi Dari China Kini Ekspor Ke Jepang
“Tentu ini merupakan satu keyakinan dari kalangan industri bahwa kegiatan masyarakat sudah mulai menggeliat, sehingga sudah berani berproduksi karena memang dijual ke masyarakat,” jelasnya.
Namun demikian, dia mewanti-wanti agar pemerintah tetap fokus dalam pengendalian Covid-19 ini. Sebab, mulai menggeliatnya sektor industri ini tentu akan membuat mobilitas masyarakat akan meningkat.
Baca juga : PMI Manufaktur Naik Lagi, Anak Buah Sri Mulyani Happy
Untuk itu, dia meminta agar kampanye protokol kesehatan terus digencarkan untuk mencegah gelombang tiga Covid-19. Dia tidak ingin, penyebaran Covid-19 kemudian membuat perekonomian kembali mundur.
“Sekarang kan daya beli sudah ada dan terlihat dari tingginya permintaan barang-barang konsumsi. Harapan kita, mobilitas ini terus menggerakan perekonomian, tapi jangan sampai kita terjerumus dalam lubang yang sama karena tidak memperhatikan protokol kesehatan,” wanti Eddy. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.