RM.id Rakyat Merdeka - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bergabung dalam Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, karena tantangan bangsa ke depan yang makin berat. Diperlukan persatuan nasional.
“Terutama dalam bidang ekonomi dan sosial, maka PKB memutuskan bergabung dalam kabinet Prabowo sebagai bentuk kolaborasi anak bangsa dalam memecahkan tantangan-tantangan tersebut,” kata Ketua Harian Dewan Pengurus Pusat PKB, Ais Shafiyah Asfar di Jakarta, kemarin.
Alumni Cardiff University ini mencontohkan, salah satu bukti tantangan bangsa semakin berat ditandai dengan penurunan harga barang dan jasa atau deflasi, akibat kurangnya peredaran uang di masyarakat selama lima bulan terakhir.
Baca juga : Permudah Pemindahan ASN, Otorita IKN Bikin Fitur Aplikasi Iknow
“Daya beli masyarakat kita memang mengkhawatirkan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama lima bulan terakhir telah terjadi deflasi mulai 0,03 persen di Mei 2024, lalu kian turun 0,08 persen pada Juni, 0,18 persen pada Juli, 0,03 persen di Agustus, dan 0,12 pada September 2024,” ujar Ais.
Dalam catatannya, deflasi selama lima bulan terakhir membuat jutaan kelas menengah turun kelas menjadi kelompok miskin. Putri konsultan politik, Muhammad Asfar ini menilai, situasi tersebut dapat mengancam pendapatan negara dari sektor pajak karena kelompok menengah selama ini menjadi motor utama pembayar pajak.
“Pendapatan kelas menengah tergerus untuk kebutuhan-kebutuhan dasar, seperti biaya sekolah anak, kebutuhan sehari-hari hingga biaya transportasi. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bisa jadi kita akan terpuruk ke depan,” kata Ais.
Baca juga : Gawat, Jabar Darurat Netralitas PNS Dan Kades
Indikator ini menurut PKB memposisikan bangsa dalam situasi sosial yang sedang tidak baik-baik saja. Belum lagi, berbagai kasus perundungan, kekerasan seksual, hingga kasus bunuh diri cenderung meningkat di kalangan anak muda.
Ais juga mengaku prihatin, dengan munculnya kasus perundungan di MA As’Syafi’iyah Jakarta yang membuat korban koma. Pihaknya juga mengutuk keras kasus pelecehan seksual belasan siswa di lembaga pendidikan berbasis asrama di Tangerang, dan juga banyaknya kasus bunuh diri.
“Ini menjadi penanda kuat jika ada masalah mental health (kesehatan mental) di tengah masyarakat kita,” ujarnya.
Baca juga : DPR Usul Sidak Rutin, Awasi Kinerja Petugas
Oleh sebab itu, dia mengatakan, berbagai kondisi objektif bangsa tersebut menjadi tantangan berat bagi pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan. Sehingga, PKB mengapresiasi keinginan Presiden terpilih, Prabowo untuk mengajak semua anak bangsa, termasuk PKB, untuk menyelesaikan berbagai tantangan berat tersebut.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 17 Oktober 2024 dengan judul Alasan PKB Masuk Koalisi, Perlu Persatuan, Tantangan Bangsa Ke Depan Makin Berat
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.