Dark/Light Mode

Pangkas Pengeluaran Negara

Presiden Maladewa Pecat 228 Pejabat

Kamis, 17 Oktober 2024 06:20 WIB
Presiden Maladewa Dr. Mohamed Muizzu.
Presiden Maladewa Dr. Mohamed Muizzu.

RM.id  Rakyat Merdeka - Maladewa tengah mengalami pengempisan jumlah devisa karena harus membayar utang. Tak ingin memberatkan rakyat, Presiden Maladewa Mohamed Muizzu memangkas pengeluaran negara dengan memecat ratusan pejabat politik.

Muizzu mencopot 228 orang yang ditunjuk secara politis dari berbagai kementerian dalam 15 hari ke depan. Mereka termasuk 7 Menteri Negara, 43 Wakil Menteri, 109 Direktur Politik Senior dan 69 Direktur Politik.

“Pencopotan ratusan pejabat ini sebagai bagian dari Agenda Reformasi Ekonomi. Ini akan menghemat Rp 5,7 miliar per bulan anggaran Pemerintah,” begitu pernyataan Muizzu di X.

Langkah ini diambil Muizzu karena negara yang berlokasi di Asia Selatan ini menghadapi penurunan cadangan devisa sebesar 20 persen. Saat ini, cadangan devisa Maladewa sekitar 400 juta dolar AS atau sekitar Rp 6,2 triliun. Angka ini berada di level terendah sejak 2016.

Dia berharap, pengurangan pejabat politik ini dapat membantu merampingkan operasi pemerintahan dan memastikan penggunaan dana publik yang lebih efisien.

Baca juga : Pemeriksaan Gubernur Kalsel Tunggu Hasil Praperadilan

Masalah keuangan Maladewa disebut-sebut bersifat sementara. Negara yang menjadi tujuan liburan mewah tersebut tidak berencana mencari dana talangan dari Dana Moneter Internasional (IMF), meski ada peringatan tentang kemungkinan negara gagal bayar utang.

China dan India adalah dua pemberi pinjaman bilateral terbesar bagi Maladewa yang terdiri dari 1.192 pulau karang yang tersebar di sepanjang garis khatulistiwa itu.

China telah menjanjikan lebih banyak pendanaan sejak kemenangan Presiden Muizzu pada 2023. Muizzu juga berterima kasih kepada Beijing atas bantuan tanpa pamrih untuk dana pembangunan tersebut.

India Ikut Bantu

Muizzu disambut oleh Perdana Menteri India Narendra Modi pada Oktober ini. India setuju meluncurkan dukungan keuangan untuk mendukung ekonomi Maladewa yang sedang berjuang.

Sebagai negara kepulauan kecil, Maladewa bergantung pada tetangga besarnya, India, untuk sebagian besar suplai makanan, pembangunan infrastruktur dan perawatan kesehatan.

Baca juga : Sarwendah, Beri Uang Jajan Peto Setara UMR

Sebelum terbang ke India, Muizzu mengunjungi Turki dan China. Kunjungannya ke Beijing Januari lalu dianggap sebagai penghinaan diplomatik tingkat tinggi terhadap New Delhi.

Sebab, biasanya para pemimpin Maladewa sebelumnya selalu mengunjungi Delhi lebih dulu setelah dilantik. Muizzu dilantik pada 17 November 2023.

“Kunjungan Muizzu merupakan perubahan haluan dalam beberapa hal,” kata Azim Zahir, analis Maladewa dan dosen di Universitas Australia Barat.

Sebelumnya, pemerintahan Muizzu juga mengizinkan berlabuhnya kapal penelitian China, Xiang Yang Hong 3. Hal ini membuat Delhi tidak senang. Sebagian menganggapnya sebagai misi untuk mengumpulkan data yang dapat digunakan oleh militer China dalam operasi kapal selam.

Hubungan bilateral mulai mencair setelah Muizzu menghadiri upacara pelantikan Modi setelah terpilih untuk masa jabatan ketiga berturut-turut pada Juni lalu.

Baca juga : Kabinet Jokowi Diteruskan Prabowo

Kunjungan Menteri Luar Negeri India S Jaishankar pada Agustus lalu, juga memberikan pembaruan pada hubungan bilateral.

“Maladewa adalah salah satu landasan kebijakan ‘Neighbourhood First’ kami,” kata Jaishankar di Male, Ibu Kota Maladewa.

Muizzu juga menyadari, meninggalkan India bukanlah pilihan. Jika tidak mendapat dukungan dana dari India, Maladewa bisa menjadi surga yang hilang. Itulah mengapa kunjungannya ke India sangat penting.

Data resmi menunjukkan, utang luar negeri Maladewa sebesar 3,37 miliar dolar AS (Rp 52,4 triliun) pada kuartal pertama tahun ini, setara dengan sekitar 45 persen Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 17 Oktober 2024 dengan judul "Pangkas Pengeluaran Negara, Presiden Maladewa Pecat 228 Pejabat"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.