Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Seperti mendapatkan keajaiban, Mikhail Pichugin (46), selamat setelah 67 hari terombang-ambing di laut. Pria Rusia itu ditemukan hidup di perahu karet kecil bersama jasad saudara laki-lakinya yang berusia 49 tahun dan keponakannya yang berusia 15 tahun.
Dilansir CBS News, Pichugin ditemukan kapal penangkap ikan bernama Angel, Senin (14/10/2024), di lepas pantai Kamchatka, Laut Okhotsk, Rusia.
Sebelumnya, ketiga pria itu melakukan perjalanan ke Kepulauan Shantar di lepas pantai barat Laut Okhotsk pada awal Agustus. Mereka melakukan perjalanan untuk menonton paus di Laut Okhotsk.
Namun, perahu mereka karam dihantam badai. Pichugin bisa bertahan hidup selama lebih dari dua bulan di sebuah perahu karet kecil yang mesinnya mati. Namun tidak dengan saudara laki-lakinya dan keponakannya.
Baca juga : Bulutangkis Denmark Open 2024, Jojo Ganyang Malaysia
“Ini semacam keajaiban,” kata Istri Pichugin, Yekaterina, kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti.
Yaketarina mengatakan, ketiganya telah membawa cukup makanan untuk dua minggu, pakaian hangat, jaket pelampung, suar dan lima galon air.
Awak kapal penangkap ikan yang menolong Pichugin melihat perahu karet kecil di radar mereka. Awalnya, mereka mengira itu pelampung atau sampah. Ketika menyalakan lampu sorot untuk memastikan, mereka terkejut melihat Pichugin.
Pichugin diselamatkan sekitar 17,7 kilometer dari pantai Kamchatka, 869 kilometer dari titik keberangkatan mereka di Laut Okhotsk.
Baca juga : Presiden Maladewa Pecat 228 Pejabat
Saat ditemukan, berat Pichugin hanya sekitar 49 kilogram. Dia kehilangan setengah dari berat tubuh awal.
Dia juga tidak mengatakan apa-apa, bagaimana berhasil bertahan hidup di Laut Okhotsk. Apalagi, laut ini merupakan yang terdingin di Asia Timur dan terkenal dengan badainya.
Pichugin juga masih belum bisa menjelaskan bagaimana saudara laki-laki dan keponakannya meninggal.
“Saya tidak punya tenaga lagi,” kata Pichugin saat dibawa ke tempat aman.
Baca juga : Pemeriksaan Gubernur Kalsel Tunggu Hasil Praperadilan
Pichugin dilarikan ke rumah sakit Magadan. Dia menderita dehidrasi dan hipotermia, meski dalam kondisi stabil.
Kantor Kejaksaan setempat sedang melakukan penyelidikan atas kematian dua orang tersebut. Jaksa menduga ada pelanggaran aturan keselamatan yang mengakibatkan kematian. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 17 Oktober 2024 dengan judul "Selamat Usai 67 Hari Terdampar Di Laut"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya