RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Indonesia ke-8 Prabowo Subianto dan Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo telah membantah tudingan, hubungan mereka retak. Hal ini membuat partai partai pendukungnya lega.
Misalnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luluk Nur Hamidah. Dia mengatakan, soliditas antar tokoh bangsa akan membawa dampak positif bagi Indonesia.
"Kalau mereka berdua solid, memang siapa yang dirugikan? Justru kebersamaan para tokoh bangsa itu penting dan menjadi modal besar dalam membangun negeri," ujar Luluk kepada Rakyat Merdeka, Rabu (12/2/2025).
Baca juga : Pemerintah Perkuat Keamanan Di Laut
Bagi Luluk, respons Prabowo dan Jokowi dalam menjawab isu keretakan itu, memang diperlukan. Karena dapat mendinginkan suasana, mengurangi spekulasi, dan provokasi.
"Beliau berdua sudah saling mengkonfirmasi. Saya pikir ini cara beliau berdua memberi pesan kepada para spekulan politik. Lebih baik fokus pada hal-hal yang lebih substantif dan penting,"ucapnya.
Diungkapkan, peran Jokowi terhadap kemenangan duet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024 sangat fundamental. Oleh karena itu, Luluk yakin Prabowo tidak akan bisa berpisah dengan Jokowi.
Baca juga : OSO: Pembangunan Butuh Dukungan Semua Pihak
"Seberapa besar pun spekulan politik untuk mengadu domba, Pak Prabowo tak akan mengesampingkan peran penting Pak Jokowi dalam pemenangannya di Pilpres," pungkas Luluk.
Serupa, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Ahmad Yohan menilai, hubungan baik keduanya bahkan mewujud di kebijakan. Prabowo bakal melanjutkan program-program Jokowi yang berdampak positif untuk rakyat.
"PAN sangat mendukung sikap Presiden Prabowo yang ingin tetap menjaga hubungan baik dengan Jokowi," katanya kepada Rakyat Merdeka, Rabu (12/2/2025).
Baca juga : Mantan Direksi PPSJ Didakwa Rugikan Negara Rp 224 Miliar
Hubungan baik keduanya membuat kondisi stabil sehingga Presiden Prabowo bakal lebih leluasa mewujudkan Asta Citanya. Dia berpesan, sudah saatnya menghindari pertikaian yang berujung pecah belah. "Kalau tidak solid, kita tidak bisa mengejar ketertinggalan dari bangsa lain di banyak sektor," ujar Ketua DPW PAN NTT ini.
Sementara Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) Silfester Matutina menegaskan, Prabowo dan Jokowi saling melengkapi. "Chemistry kuat, jadi sulit jika ada pihak yang ingin memecah belah mereka berdua," kata Silfester dalam keterangannya, Rabu (12/2/2025).
Menurut mantan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran itu, Prabowo-Jokowi bukan sekadar teman dekat. Melainkan sudah soulmate."Soulmate secara pribadi maupun visi-misi. Sama-sama punya jiwa ingin mengurus rakyat, memajukan Indonesia," tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.