BREAKING NEWS
 

Pentingnya Konsolidasi, Ukur Kekuatan

Jokowi Sedang Berhitung Peluang Menahkodai PSI

Reporter : PAUL YOANDA
Editor : WIDIA SAPUTRA
Sabtu, 14 Juni 2025 07:30 WIB
Presiden ke-7 Indonesia Jokowi. (Foto: Dok. PSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden ke-7 Indonesia Jokowi mengaku belum memiliki cukup dukungan untuk menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI). Kendati demikian, kansnya terbilang besar.

Sebelumnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu meng­klaim telah memperoleh du­kungan dari sejumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI untuk maju men­jadi Ketua Umum PSI. Namun, masih belum mencukupi.

“Satu dua dukungan sudah ada, tapi belum cukup,” ujar Jokowi di kediamannya, Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/6/2025)

Untuk bisa mencalonkan diri, ayahanda Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu harus mendapatkan dukungan minimal dari lima DPW dan 20 DPD PSI.

Baca juga : Kemendagri Larang Ormas Berseragam Ala TNI/Polri

Karena itu, Jokowi menekankanpentingnya konsolidasi untuk mengukur kekuatan du­kungan yang akan diberikan kepadanya.

Dia ingin melihat dukungan dari bawah seperti apa. Sebab, pemilihan Ketua Umum PSI menggunakan voting secara daring.

“Memang harus berhitung betul,” imbuhnya.

Adsense

Terpisah, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai, kemungkinan Jokowi jadi Ketua Umum PSI memang sudah mengemuka. PSI dan Jokowi saling mem­butuhkan dan akan mengun­tungkan.

Baca juga : KPK Kantongi Lokasi Private Jet Yang Dibeli Pakai Duit Korupsi

Menurutnya, PSI sedang membutuhkan figur kuat agar lolos ke parlemen semakin besar. Terlebih, di tengah situasi politik ambang batas parlemen yang diturunkan.

Sedangkan bagi Jokowi, saat ini memerlukan kendaraan poli­tik untuk merawat pengaruh.

“Agar kuat untuk jangka pan­jang dan legacy pemerintahan­nya di masa lalu,” ujar Agung kepada Rakyat Merdeka, Jumat (13/6/2025).

Menurutnya, kans Jokowi untuk memimpin PSI terhitung besar. Selama ini, Jokowi diakui ketokohannya. Bahkan, par­tai tersebut bangga membawa narasi Jokowisme.

Baca juga : Rosan Kebut Reformasi Iklim Investasi Nasional

“PSI mengadopsi narasi partai Super Terbuka-nya Jokowi,” ucapnya.

Soal anggapan pimpinan PSI akan diisi tokoh senior, Agung menilai akan selalu ada pro-kontra. Oleh karena itu, partai mesti adaptif terhadap beragam perubahan.

Apalagi, saat ini PSI belum mampu lolos parliamentary threshold. Jadi, segala upaya dilakukan, termasuk “menatu­ralisasi” Jokowi, tanpa mening­galkan identitas kemudaan PSI yang selama ini melekat.

Sampai saat ini masih ada kader muda di berbagai level strategis kepengurusan DPP maupun di level pemerintahan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense