BREAKING NEWS
 

Rapat Pleno Pertama Golkar Sumut

Musyawarah Daerah Tak Boleh Terpengaruh Konflik Internal

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : ROMDONY SETIAWAN
Selasa, 23 Desember 2025 06:46 WIB
Plt DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Ahmad Doli Kurnia Tandjung. (Foto: Instagram/ahmadolikurnia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan, pihaknya akan memfokuskan kepemimpinan pada tiga agenda utama. Salah satunya, mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Sumut, yang akan berlangsung pada awal 2026.

Doli menjelaskan, kebijakan DPP Golkar mengganti Musa Rajekshah alias Ijeck sebagai Ketua DPD Golkar Sumut, dan menunjuk dirinya sebagai Plt Ketua DPD Golkar Sumut, dilakukan untuk menjaga stabilitas organisasi serta memastikan Musda berlangsung kondusif. 

"Kebijakan DPP Golkar bertujuan agar proses Musda Golkar Sumut dapat berjalan lancar, demokratis, serta tidak terganggu oleh dinamika dan konflik internal partai," ujarnya usai sidang pleno Golkar Sumut, di Kantor DPD Golkar Sumut, Medan, Senin (22/12/2025). 

Ditanya soal kepastian jadwal pelaksanaan Musda, Doli menyatakan, Musda akan digelar setelah perayaan Natal 2025, atau awal Januari 2026. Namun, dia belum mengungkapkan kepastian waktu pelaksanaan Musda XI Golkar Sumut. 

"Setelah Natal dan memasuki Januari 2026, kami akan susun langkah-langkah berikutnya terkait Musda," imbuhnya. 

Baca juga : PAN Ikut Golkar, Dukung Pilkada Tidak Langsung

Selain mempersiapkan Musda, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar itu menyatakan, pihaknya juga mendapat mandat lain, yakni melakukan konsolidasi internal, termasuk revitalisasi rapat-rapat organisasi guna memperkuat struktur dan soliditas Golkar di Sumut. 

Doli berkomitmen merangkul seluruh kader Golkar di Sumut, untuk memperkuat soliditas partai menghadapi agenda politik lima tahun ke depan. "Kami akan mengonsolidasikan semua kekuatan. Tantangannya tidak mudah, tapi harus dihadapi bersama," tegas Ketua Komisi II DPR itu. 

Saat disinggung alasan dirinya dipilih sebagai Plt Ketua DPD Golkar Sumut yang menuai berbagai sorotan, Doli enggan berkomentar banyak. Dia menegaskan, penunjukan itu merupakan kewenangan DPP Golkar. 

"Itu wewenang DPP. Mungkin karena saya orang Medan dan juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera," cetusnya. 

Adsense

Diketahui, penunjukan Doli Kurnia sebagai Plt Ketua DPD Golkar Sumut tertuang dalam Surat Keputusan DPP Golkar Nomor Skep-132/DPP/GOLKAR/ XII/2025. SK itu ditandatangani Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Muhammad Sarmuji, pada 14 Desember 2025. 

Baca juga : Kejagung Antarkan Langsung Seorang Jaksanya Ke KPK

Dalam SK tersebut ditegaskan, masa penugasan Doli Kurnia sebagai Plt Ketua DPD Golkar Sumut berlaku hingga terselenggaranya Musda XI Golkar Sumut. Namun, keputusan DPP Golkar menunjuk Doli Kurnia, sebagai Plt Ketua DPD Golkar Sumut, membuat situasi Partai Beringin bergolak. 

Sekretaris DPD Golkar Sumut, Ilhamsyah, merespon keputusan strategis DPP itu dengan pengunduran diri. "Tanggal 17 kemarin, saya sudah mengundurkan diri dari Sekretaris Golkar Sumut. Saya sampaikan langsung melalui chat WhatsApp ke Sekjen DPP Golkar," tegas Ilhamsyah kepada wartawan, Kamis (18/12/2025). 

Dia enggan membeberkan alasan pengunduran dirinya dari jabatan itu. Namun, Ilhamsyah menyebut, hal itu tidak lepas dari kekecewaannya terhadap sistem organisasi di Golkar. 

"Ada yang tidak baik di organisasi Golkar. Ini masalah kehendak. Saya lihat, ada yang sengaja mem-framming agar Ketua Ijeck disingkirkan dengan segala cara," cetusnya. 

Lebih lanjut, Ilhamsyah menjelaskan, pihaknya sudah menyampaikan jadwal Musda XI Golkar Sumut kepada DPP. Namun, DPP Golkar tidak merespon surat tersebut. 

Baca juga : Sasar Penciptaan Green Jobs, Danantara Dan PLN Buka Peluang Investasi Hijau

"Dari awal, kecurigaan itu sudah ada. Kenapa tidak diakomodir? Berarti ada yang 'main'. Ini bukan bagian berdemokrasi. Tapi bagian pengkebirian atas prestasi yang ditorehkan oleh seorang Ketua DPD," imbuhnya. 

Disinggung soal langkah ke depan, pasca penunjukan Ahmad Doli Kurnia sebagai Plt Ketua DPD Golkar Sumut, Ilhamsyah menyerahkan hal itu kepada kader Golkar. "Saya mengundurkan diri karena ada hal yang tidak baik, mengelola organisasi dengan kemauan-kemauan pribadi. Soal langkah ke depan, pakailah hati nurani," tegasnya. 

Sementara, mantan Ketua DPD Golkar Kabupaten Nias Barat, Emanuel Daeli menilai, keputusan DPP Golkar menunjuk Doli sebagai Plt Ketua DPD Golkar Sumut merupakan langkah tepat dan strategis, demi menjaga stabilitas organisasi. Menurutnya, keputusan DPP memiliki otoritas tertinggi dan bersifat mengikat, serta harus diikuti seluruh kader. 

“Golkar adalah partai nasional dengan struktur dan tradisi organisasi yang kuat. Keputusan DPP harus dipahami sebagai upaya menjaga kesinambungan kepemimpinan dan soliditas partai, khususnya di wilayah strategis seperti Sumatera Utara,” ujar Emanuel. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense