BREAKING NEWS
 

GPK dan Kader Daerah Sebut Desakan Pencopotan Sekjen PPP Hanya Rumor

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Kamis, 23 April 2026 14:45 WIB
Ilustrasi bendara PPP. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka -

Kabar mengenai desakan penggantian Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP, Gus Taj Yasin, yang diklaim muncul dari kader daerah dinilai sebagai rumor belaka. Isu tersebut ditengarai sengaja diembuskan oleh pihak tertentu untuk menciptakan disinformasi di internal partai.

Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), M. Thobahul Aftoni menegaskan, wacana tersebut merupakan upaya memperkeruh suasana pasca munculnya kebijakan internal yang kontroversial.

Akar Masalah: Administrasi SK Kepengurusan

Menurut Aftoni, desakan tersebut justru lahir dari kekhawatiran pihak-pihak yang menandatangani Surat Keputusan (SK) penggantian Pengurus Wilayah (DPW) dan Pengurus Cabang (DPC) tanpa melibatkan Sekjen.

"Desakan itu muncul karena mereka khawatir akibat kebijakan yang salah dan akhirnya merugikan mereka sendiri. Terutama terkait SK pengurus yang hanya ditandatangani Ketua Umum dan Wasekjen, padahal KPU dan pengadilan mensyaratkan tanda tangan Ketum dan Sekjen," ujar Aftoni dalam keterangannya.

Aftoni juga membantah tuduhan bahwa Gus Yasin tidak aktif. Ia membeberkan sejumlah agenda resmi yang dihadiri Sekjen, seperti membuka Rakorwil PPP di Jawa Timur dan Kalimantan Tengah pada Februari lalu dan aktif menjalin komunikasi dengan para kiai dan ulama di berbagai pondok pesantren.

Penolakan dari Maluku Tengah

Senada dengan Aftoni, Ketua DPC PPP Maluku Tengah, M. Said Patta menyatakan, di wilayahnya tidak pernah ada pembicaraan mengenai penggantian Sekjen.

"Itu hanya rumor. Di Maluku tidak ada wacana itu. Faktanya, Sekjen aktif berkomunikasi dengan kami," ungkap Said.

Said justru mempertanyakan legalitas pemberhentian dirinya sebagai Ketua DPC yang dilakukan secara tiba-tiba tanpa alasan jelas. Ia menduga Sekjen enggan menandatangani SK pemberhentian tersebut karena prosedur yang tidak transparan.

"Saya heran diberhentikan tanpa pemberitahuan. SK-nya pun tidak ditandatangani Sekjen. Kami di Maluku menolak pihak-pihak yang ingin mengganti Gus Yasin hanya untuk memperkeruh suasana," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense