RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Aceh melaksanakan panen padi bersama masyarakat di Gampong Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (10/5/2026). Selain menjadi rangkaian peringatan Milad ke-24 PKS, kegiatan itu juga menegaskan komitmen politik PKS terkait perlindungan lahan pertanian.
Ketua DPW PKS Aceh Ismunandar Badruzzaman menyatakan, kegiatan panen padi bersama masyarakat di Gampong Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, bukan sekadar kegiatan seremoni perayaan milad partai. Menurutnya, kegiatan itu merupakan wujud nyata kepedulian PKS terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan di Aceh.
Ismunandar menegaskan, sektor pertanian harus menjadi perhatian utama di tengah masifnya pembangunan kawasan perumahan dan pertokoan. Pasalnya, pembangunan kawasan perumahan dan pertokoan kerap mengurangi luas lahan produktif, dan mengancam ketahanan pangan.
"Kami berkumpul bersama masyarakat di Gampong Blang Krueng untuk melaksanakan panen padi bersama, dalam rangka Milad ke-24 PKS. Kami ingin kegiatan ini menjadi motivasi bagi masyarakat agar terus semangat bertani dan mempertahankan lahan pertanian yang masih ada," ujarnya.
Baca juga : Kolaborasi UMB dan USM Dorong Ketahanan Pangan Perkotaan
Ismunandar menambahkan, keberadaan lahan sawah di Aceh Besar sangat penting untuk menjaga ketersediaan pangan daerah, khususnya komoditas padi dan beras. Sebab itu, pihaknya mendorong Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat, agar bekerja lebih serius dalam melindungi kawasan pertanian produktif.
"Jangan sampai, lahan pertanian terus berkurang karena pembangunan yang tidak terkendali. Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh, hingga Pemerintah Pusat, harus benar-benar fokus menjaga kawasan pertanian," tegasnya.
Ismunandar mengatakan, DPW PKS Aceh akan mendorong adanya regulasi yang lebih kuat untuk melindungi lahan sawah produktif. Dia memilai, perlindungan lahan pertanian dapat diperkuat melalui qanun atau aturan khusus, agar alih fungsi lahan bisa dikendalikan.
"Kami berharap, ada kebijakan yang benar-benar menjaga lahan pertanian tetap lestari. Di Aceh, bisa diperkuat dalam bentuk qanun, agar sawah-sawah produktif tidak mudah dialihkan menjadi kawasan lain," usulnya.
Baca juga : Jaga Laju Pertumbuhan, Pemerintah Siapkan Gaji Ke-13, B50 Dan Percepatan Bansos
Selain persoalan alih fungsi lahan, lanjut dia, DPW PKS Aceh juga menyoroti kondisi infrastruktur pertanian, khususnya sistem pengairan dan irigasi. Berdasarkan informasi dari masyarakat, ungkap Ismunandar, sebagian sawah di kawasan Blang Krueng kerap mengalami genangan ketika debit air meningkat hingga menyebabkan rusaknya tanaman padi.
Selain infrastruktur pengairan, tambahnya, para petani juga membutuhkan dukungan lain, seperti ketersediaan pupuk dan sarana produksi pertanian yang memadai. Ismunandar memastikan, DPW PKS Aceh akan memperjuangkan seluruh aspirasi petani, agar hasil panen bisa lebih optimal.
"Pertanian tak akan berkembang tanpa dukungan yang memadai. Sebab itu, persoalan pupuk, saluran air, dan berbagai kebutuhan lainnya harus benar-benar diperhatikan," tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi V DPR dari Fraksi PKS, Ghufran Zainal Abidin menyatakan, pihaknya akan mendukung penguatan sektor pertanian di Aceh Besar. Menurutnya, Aceh Besar memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan, sehingga keberadaan lahan pertanian harus dipertahankan.
Baca juga : Jamaludin Malik Dukung Rencana CNG 3 Kg, Dorong Perluasan Pemanfaatan
"Daerah ini memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan masyarakat. Kami akan mendorong agar infrastruktur pertanian di Aceh Besar mendapat perhatian serius, sehingga para petani bisa bekerja lebih maksimal," janjinya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.