RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella menyentil kader partainya yang memiliki ambisi maju sebagai kepala daerah maupun calon anggota legislatif tetapi belum serius membangun mesin politik hingga tingkat kecamatan.
Rio menegaskan, ambisi politik tidak cukup hanya dengan keinginan. Kader harus membangun jaringan dan struktur partai hingga ke tingkat bawah agar memiliki basis dukungan ketika momentum Pemilu tiba.
"Anda mau mimpi jadi Bupati, membangun Aceh nggak bisa. Cari orang lima di tiap kecamatan nggak bisa. Bagaimana cari suara untuk jadi Bupati? Itu nggak mungkin," kata Rio saat Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force Partai Hanura di Hotel Le Polonia, Medan, Sumatera Utara, Senin (10/8/2026).
Menurut Rio, struktur partai di tingkat kecamatan merupakan bagian penting dari mesin politik yang akan menentukan kekuatan Hanura dalam menghadapi Pemilu 2029. "Itu jadi mesin politik saudara-saudara nanti pada saatnya," tegasnya.
Baca juga : Task Force Hanura Targetkan Konsolidasi Organisasi Rampung September 2026
Rio juga menyentil kader Hanura yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD agar memanfaatkan waktu yang tersedia untuk memperkuat struktur partai. Ia mengingatkan, perpanjangan masa jabatan anggota DPRD hingga proses pelantikan hasil Pemilu 2029 seharusnya menjadi kesempatan untuk bekerja lebih maksimal.
"Yang anggota dewan, bersyukur kalian nambah dua setengah tahun. Sudah gratis dua setengah tahun, nggak mau bikin papan PAC, kita pecat," tegas Rio.
Rio memastikan DPP Hanura memberikan dukungan untuk mempercepat konsolidasi organisasi di daerah. Bantuan tersebut, kata dia, diberikan kepada seluruh DPC dan DPD Hanura.
"Kita bagi sekarang ini. Kita bagikan uang ke seluruh Indonesia, bukan cuma Sumut dan Banten saja," sebutnya.
Baca juga : Perkuat Mesin Politik 2029, Hanura Terjunkan Lasmura Garap Pemilih Muda
Rio menegaskan dukungan tersebut menjadi bukti Hanura serius memperkuat mesin partai menjelang Pemilu 2029. Ia meminta kader tidak lagi memandang Hanura sebagai partai kecil dan meragukan kemampuan partai untuk bangkit.
"Jangan juga anggap kita ini partai kecil. Boleh saja hari ini kecil, tapi kita punya nyali besar seperti partai-partai besar lainnya," tegasnya.
Rio juga meminta kader tidak menjadikan persoalan finansial sebagai alasan untuk tidak bergerak. Menurutnya, partai membutuhkan kader yang memiliki semangat juang dan mampu memanfaatkan dukungan yang tersedia untuk membangun kekuatan politik di daerah.
"Kita butuh para pejuang. Kalau saudara-saudara punya uang masing-masing Rp 2-3 miliar, Rp 5 miliar untuk jadi anggota dewan, itu biasa. Dengan uang sedikit ini bisa eksekusi DPRD itu yang orang kerjakan," beber eks politisi partai NasDem itu.
Baca juga : Lasmura Panaskan Mesin Politik, Bidik Anak Muda Nyaleg Pemilu 2029
Karena itu, Rio meminta seluruh kader yang mengikuti konsolidasi membawa pulang semangat optimisme. "Sepulang dari sini sampaikan salam kepada keluarga di rumah, kepada para kader partai kita di tempat saudara masing-masing," pungkas Rio.
Adapun kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Task Force Hanurani Prajanto, Bendahara Task Force Indah Sri Rezeki, dua anggota Task Force Yossie Indra Pramana dan Ratna ester Lumban Tobing, serta Ketua Umum Laskar Muda Hanura Heru Margi Pangestu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.