BREAKING NEWS
 

Grace: Yang Bilang Jokowi Terlambat ke NTT Tak Paham Tahapan Penanganan Bencana

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 20 September 2026 10:38 WIB
Foto: Instagram.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie menilai pihak yang menyebut kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Pulau Palue, Nusa Tenggara Timur (NTT) terlambat, tidak memahami tahapan penanganan bencana.

Hal tersebut disampaikan Grace melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Sabtu (19/9/2026) malam.

Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya dilakukan pada fase tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Dalam tahapan penanganan bencana, ada fase tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Pada hari-hari pertama yang dibutuhkan makanan, obat-obatan, evakuasi, tenda, dan kebutuhan dasar lain,” kata Grace.

Baca juga : Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok

Dia mengatakan, pemerintah telah bekerja pada fase tanggap darurat tersebut. Namun, sebulan setelah bencana, kebutuhan masyarakat mulai bergeser pada pemulihan dan pembangunan kembali.

“Sampai sekarang masih banyak yang bertahan di pengungsian. Rumah-rumah belum bisa ditempati. Untuk kegiatan belajar mengajar masih dalam keadaan darurat. Gereja rusak dan karena itu, untuk beribadah, jemaat menggunakan tenda,” lanjutnya.

Adsense

Grace menegaskan, bantuan yang dibawa Jokowi saat berkunjung ke Palue berupa 4.000 zak semen, 3.000 lembar seng, dan 100 tandon air.

“Bukan mi instan, bukan obat-obatan. Semen dan seng adalah bahan untuk memperbaiki dan membangun kembali. Sementara tandon air untuk membantu penyediaan air bersih,” jelasnya.

Baca juga : Kunjungi Korban Gempa NTT, Jokowi Bermalam di Tenda Pengungsi

Menurut Grace, persoalan yang seharusnya dipertanyakan bukan mengapa Jokowi baru datang setelah sebulan, melainkan apakah masyarakat Palue sudah pulih setelah satu bulan gempa.

“Faktanya belum pulih. Selama masih ada warga yang tidur di tenda, anak-anak yang belajar dalam kondisi darurat, rumah yang belum bisa ditempati, dan jemaah yang masih beribadah di tenda karena gerejanya rusak, semua perhatian dan bantuan tidak bisa dikatakan terlambat,” tegas Grace.

Dia mengingatkan, bencana memang dapat terjadi dalam hitungan detik. Namun, pemulihan kondisi masyarakat membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang.

“Oleh karenanya daripada nyinyir dan memberikan prasangka buruk, lebih baik kita bahu-membahu untuk membantu warga NTT yang masih dalam kesulitan,” tutup Grace.

Baca juga : BNPB Klarifikasi 94 Korban Gempa Flores, Bukan Meninggal Akibat Reruntuhan

Jokowi diketahui berkunjung ke Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, pada Rabu dan Kamis lalu. Sejumlah politisi dan pegiat media sosial menilai kunjungan tersebut terlambat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense