Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- KSP Percepat Jargas Gresik, Target 1 Juta Sambungan Rumah pada 2028
- Polda Banten Dampingi Keluarga Korban Arupadatu Tabur Bunga di Selat Sunda
- Rampung Tahap II, 20 Hari Lagi Eks Jampdisus Febrie Disidangkan
- Kasus Suap HGB, KPK Geledah Kantor PT Summarecon Agung di Jaktim
- 7 Indikator Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Gejolak Global
BNPB Klarifikasi 94 Korban Gempa Flores, Bukan Meninggal Akibat Reruntuhan
Kamis, 17 September 2026 15:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengklarifikasi 94 warga yang sebelumnya dilaporkan meninggal dunia akibat terdampak gempa M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam konferensi pers pada Selasa (15/9/2026), BNPB sebelumnya menyampaikan total korban menjiwai berjumlah 142. Dari jumlah tersebut, 48 orang disebut meninggal akibat dampak langsung gempa, sedangkan 94 lainnya meninggal secara tidak langsung saat berada di pengungsian.
Dalam perkembangan terbaru, Berton menjelaskan 94 warga tersebut tidak meninggal akibat trauma fisik langsung atau tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa.
Baca juga : BNPB Catat 3 Karhutla Di Sulawesi & Jawa, 1 Petugas Meninggal
“Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi terpadu antara BNPB dengan Kementerian Kesehatan di tujuh kabupaten terdampak, kami meluruskan bahwa 94 warga tersebut tidak meninggal akibat trauma fisik langsung atau reruntuhan bangunan akibat gempa bumi,” kata Berton melalui keterangan video yang dipublikasikan di akun Instagram resmi BNPB, Kamis (17/9/2026).
Berdasarkan data tim medis, lanjutnya, sebagian besar warga yang meninggal tersebut merupakan kelompok lanjut usia (lansia) yang mengalami komplikasi penyakit kronis, seperti stroke dan diabetes.
Menurut Berton, penanganan medis telah dilakukan secara maksimal melalui berbagai fasilitas kesehatan dan pos kesehatan terpadu di wilayah terdampak.
Baca juga : BNPB Laporkan Karhutla Di 4 Daerah, 7,6 Hektare Lahan Terbakar
“Kami juga ingin memastikan pelayanan dasar dan kesehatan bagi para penyintas tetap terlaksana optimal,” ujar Berton.
Berton menyebut BNPB telah mengaktifkan pos dukungan logistik di Labuan Bajo dan Maumere sejak hari pertama bencana.
Bantuan medis, obat-obatan, serta berbagai peralatan yang dibutuhkan terus didistribusikan kepada para pengungsi, baik yang berada di lokasi pengungsian terpusat maupun mandiri.
Baca juga : BNPB Tegaskan Anggaran Penanganan Karhutla Tak Dikurangi
“Kami mohon maaf apabila dinamika informasi sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran dan spekulasi tertentu di masyarakat,” tutur Berton.
“Mari kita bersama memperkuat dukungan dan doa demi percepatan pemulihan saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya