RM.id Rakyat Merdeka - Elektabilitas Partai Gerindra berada di atas PDI Perjuangan (PDIP), sementara Partai Golkar konsisten menempati posisi ketiga. Hal itu terpotret dalam survei sejumlah lembaga.
Survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) yang dirilis Sabtu (24/10/2026) mencatat elektabilitas Gerindra mencapai 23,1 persen. PDIP berada di posisi kedua dengan 11,6 persen, Golkar meraih 10,7 persen.
Lima partai lain yang saat ini memiliki kursi di parlemen mencatat elektabilitas di bawah 10 persen. PKB 6,1 persen, Demokrat 5,9 persen, PAN 5,8 persen, PKS 4,6 persen, dan NasDem 4,2 persen.
Sementara itu, sebanyak 21,6 persen responden belum menentukan pilihan, tidak menjawab, atau merahasiakan preferensi politiknya. Survei tersebut dilakukan pada 12–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden, tingkat kepercayaan 95 persen, dan margin of error ±2,9 persen.
Baca juga : Antrean BBM Akhirnya Tuntas
Tingginya elektabilitas Gerindra sejalan dengan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. IPO mencatat 66 persen responden mengaku puas terhadap kinerja Prabowo, sementara pemberantasan korupsi menjadi faktor terbesar yang membentuk persepsi positif masyarakat dengan 19 persen.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan, persoalan ekonomi rumah tangga, kesempatan kerja, dan tata kelola pemerintahan menjadi bagian penting dalam penilaian masyarakat terhadap Pemerintah.
“Temuan ini menunjukkan persoalan ekonomi rumah tangga, kesempatan kerja dan tata kelola pemerintahan menjadi bagian penting dalam evaluasi masyarakat terhadap jalannya pemerintahan,” kata Dedi kepada wartawan, Sabtu (24/10/2026).
Hasil serupa terlihat dalam survei Voxpol Center Research and Consulting yang digelar pada 3–12 Oktober 2026. Elektabilitas Gerindra mencapai 21,1 persen, disusul PDIP sebesar 16,1 persen dan Golkar 11,7 persen.
Baca juga : Prancis Masih Membara
Data ini dirilis Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago melalui kanal YouTube Voxpol Center, Kamis (22/10/2026).
Voxpol juga memetakan persebaran dukungan partai politik di sejumlah wilayah. Gerindra mencatat elektabilitas 33 persen di Sumatera, 35 persen di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), serta 25,2 persen di Jawa Barat.
Gerindra juga memperoleh elektabilitas 24,4 persen di Sulawesi dan 15,6 persen di wilayah DKI Jakarta–Banten. Sementara itu, PDIP mencatat elektabilitas 40 persen di Jawa Tengah serta 28,8 persen di Maluku dan Papua, sedangkan PKB memimpin di Jawa Timur dengan 22,9 persen.
Survei Voxpol melibatkan 1.200 responden dari seluruh provinsi di Indonesia melalui wawancara tatap muka dengan metode multistage random sampling. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar ±2,83 persen.
Baca juga : Ahmad Irawan: Masukan Ini Sebaiknya Disampaikan Ke DPR
Temuan tersebut sejalan dengan survei Poltracking Indonesia yang juga menempatkan Gerindra di urutan teratas elektabilitas partai politik. Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda menyebut Gerindra diikuti PDIP, Golkar, PKB, PKS, Demokrat, dan NasDem.
Menurut Hanta, sejumlah partai berpotensi memperoleh kursi di parlemen apabila ambang batas parlemen atau parliamentary threshold tetap sebesar empat persen. “NasDem, Demokrat, PKS, PKB, Golkar, PDIP, dan Gerindra berpotensi besar lolos di parlemen kalau angkanya tetap di 4 persen, karena angka mereka ada di 4 persen atau lebih,” ujarnya dalam pemaparan survei melalui kanal YouTube Poltracking, Senin (19/10/2026).
Survei Poltracking digelar pada 30 September hingga 7 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.220 responden. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling melalui wawancara tatap muka, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±2,9 persen. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.