Sebelumnya
Caleg Diaspora
Dalam Dapil DKI 2, suara diaspora (2 juta) jauh lebih besar dari jumlah suara di Jakarta Pusat (600.000) dan Jakarta Selatan (1,6 juta). Dengan kata lain, diaspora Indonesia mencakup hampir 50 persen suara Dapil DKI 2. Ini berarti tidak mungkin seorang caleg memenangkan Dapil DKI 2 tanpa meraih suara diaspora. Praktek masa lalu di mana suara diaspora hanya dianggap “bonus sampingan” harus diakhiri. Itulah sebabnya kini ada upaya baru untuk memajukan konsep “Caleg Diaspora”. Intinya mencari siapa caleg yang paling peduli dengan aspirasi diaspora?
Melalui program Diaspora Know Your Caleg (KYC) yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), semua parpol dan caleg diberikan peluang untuk memperkenalkan dirinya, sekaligus berjuang meyakinkan diaspora mengenai kompetensi dirinya. Mereka diharuskan menjawab sejumlah pertanyaan wajib dan pertanyaan pilihan. Pandangan para Caleg Dapil DKI 2 (video wawancara dan statement tertulis dan lainnya) akan dimasukkan dalam website www.calegdiasapora.org yang pada awal Maret depan, akan disebarluaskan ke komunitas diaspora Indonesia di seluruh dunia.
Baca juga : Rini Soemarno Raih Penghargaan Menteri Peduli Pers
Dalam proses ini, para Caleg Dapil DKI 2 mau tidak mau harus akan memposisikan diri juga sebagai calegnya diaspora. Di sini, akan terlihat dari 105 kandidat, siapa caleg yang serius dan siapa caleg yang iseng. Akan terlihat pula siapa caleg yang peduli terhadap isu-isu diaspora (dwi kewarganeraan, perlindungan TKI, pembinaan generasi ke-2 diaspora, pelestarian budaya, kawin campur, pendidikan, akses imigrasi, pembangunan masjid, pemakaman di tanah air, kemudahan berbisnis dan filantropi, dan sebagainya) serta sanggup berkomitmen menjadi pendekar diaspora di DPR.
Platform www.calegdiaspora.org ini juga merupakan inovasi dalam berdemokrasi, karena membantu menghindari politik biaya tinggi. Dari semua Caleg Dapil DKI 2, saya yakin tidak ada satu pun yang punya waktu dan dana untuk mengunjungi seluruh kantong diaspora Indonesia di berbagai kota dan negara. Mereka tersebar di Asia, Timur Tengah, Eropa, Amerika, Afrika, Australia, dan banyak lagi.
Memang perlu dimengerti, medan diaspora Indonesia sendiri tidak mudah. Sangat beragam dan sulit dikontak. Banyak Caleg Dapil DKI 2 yang ingin menyapa diaspora, namun mereka tidak tahu kepada siapa dan bagaimana caranya. Dengan program ini, mudah-mudahan tercipta ruang bersama dimana semua caleg yang serius bisa mengakses diaspora, dan semua diaspora yang berminat bisa mengakses calegnya.
Baca juga : Ekspor Otomotif Indonesia Cetak Rekor Baru
Kalau ini tercapai, Insya Allah, dalam Pemilu 2019, diaspora Indonesia — yang selama ini menjadi anak manis demokrasi Indonesia — tidak lagi gigit jari. Lebih penting, walaupun jarak geografis antara diaspora dan caleg tetap jauh, paling tidak jarak politiknya semakin mengecil. ***
Salam diaspora!
Penulis adalah mantan Wakil Menlu, Penggagas Kongres Diaspora Indonesia dan Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.