Sebelumnya
Untuk diketahui, inisial S sebagai pendamping RK di Pilgub Jakarta awalnya diungkap Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Namun, Airlangga hanya menyebutnya dengan inisial S. Inisial S ini, bukan Syaikhu maupun Sohibul Iman.
Namun, sejumlah petinggi partai di KIM sudah membocorkan bahwa inisial S itu mengarah pada Suswono, eks Menteri Pertanian di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selain pernah di eksekutif, Suswono saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbang Pusat PKS.
Sekjen PAN Eddy Soeparno mengaku mendengar bila Suswono yang diajukan PKS sebagai pendamping RK. Akan tetapi, KIM belum resmi mengusung Suswono. “Usulannya saya dengar memang beliau (Suswono). Namun, kepastiannya tunggu pengumuman resmi KIM,” tandas Eddy.
Baca juga : Pilgub Jabar, Demul-Babah Alun Semakin Menguat
Sedangkan Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo menilai jatah Cawagub Emil memang dari PKS. Asalkan PKS bergabung. “Kalau PKS memang bergabung dan kalau semua sepakat Cawagub dari PKS, ya nanti PKS yang mengusulkan nama,” sebut Drajad.
Partai Demokrat yang tergabung dengan KIM tak menampik bahwa Cawagub pendamping Emil sudah ada. Bahkan, sudah dibicarakan bersama. “Mungkin Suswono, Sohibul Iman, (Jansen) Sitindaon (politisi Demokrat), Si Mujiono (politisi Demokrat), dan sahabat-sahabat lainnya,” ucap Herzaky.
Sementara itu, Anies santai menanggapi isu bahwa PKS akan meninggalkannya. Anies bilang, dirinya belum mendengar pernyataan resmi dari PKS.
Baca juga : Di Sumut, Banteng Jalan Sendirian
“Jadi, kalau kabar-kabar angin banyak sekali, spekulasi banyak sekali, kita ikuti sikap resmi karena itulah sikap yang menjadi rujukan kita semua,” sebut Anies.
Dia bilang, sebaiknya menunggu sikap resmi partai daripada harus berspekulasi terkait dukungan. Sebab, waktu pendaftaran masih beberapa pekan lagi.
“Kita tau bahwa proses pendaftaran itu 27-29 Agustus, masih berapa hari ini 18-20 hari, kita lihat aja perkembangannya,” jelas mantan Rektor Universitas Paramadina itu.
Baca juga : Menteri LHK: Mari Bergandeng Tangan Jaga Lingkungan Hidup
Sedangkan Sekjen NasDem Hermawi Taslim menyatakan partainya menghormati kedaulatan dan independensi setiap partai. Hermawi berharap beda pilihan bukan berarti putus tali silaturahmi. “(Anies juga) belum tentu gagal, daftar aja belum buka, kok dibilang gagal,” cetus Hermawi.
Di sisi lain, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai wajar jika Anies ditinggal PKS. Sebab, Anies tidak aktif melakukan manuver politik. “Anies Baswedan ini dinilai kurang gesit dalam menjalankan strategi politiknya, yang menyebabkan posisinya dalam peta politik nasional semakin terancam,” pungkas Ray.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 11 Agustus 2024 dengan judul PKS Merapat Ke KIM, Pendamping Ridwan Kamil Kabarnya Mantan Mentan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.