Sebelumnya
Dia menjelaskan, tidak secara spesifik menanyakan bentuk uang atau barang dan jasa yang dimaksud. Termasuk tentang serangan fajar. “Tapi, berdasarkan hasil survei kami, perubahan itu dapat terjadi pada seminggu terakhir hingga di hari H pencoblosan,” ucap dia.
Diakui Wahyu, perubahan pilihan akibat uang itu sebenarnya terjadi juga di daerah lainnya. Hanya saja, persentasenya tidak setinggi di Kabupaten Bekasi. Kata dia, karakteristik pemilih Kabupaten Bekasi hampir sama dengan di Sulawesi.
“Tingkat perubahannya cukup tinggi. Tentu ini menjadi atensi kita semua,” katanya.
Pengamat politik dan Ilmu Pemerintahan Universitas Islam 45 Bekasi Harun Alrasyid mengatakan, perubahan pilihan akibat faktor ekonomi merupakan hal yang tidak ideal. Seharusnya, seorang pemimpin itu dipilih berdasarkan gagasan dan visi misi yang jelas.
Baca juga : Prabowo Menunjukkan Keberanian Dan Patriotik
Harun mengatakan, pengaruh uang dalam pilihan masyarakat harus segera dicegah dengan pendidikan politik yang ideal.
Dia mengingatkan, tujuan dari didirikannya partai politik adalah untuk pendidikan politik masyarakat.
Sementara, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bekasi mencatat, pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati minim kampanye tatap muka kepada masyarakat.
Dari data pengawasan Bawaslu Kabupaten Bekasi, paslon lebih banyak melakukan sosialisasi dengan menggunakan Alat Peraga Kampanye (APK) yang dipasang di sejumlah titik ruas jalan.
Baca juga : UMKM Di DKI Serap Jutaan Tenaga Kerja
“Ini (APK) cukup banyak dan tapi memang pertemuan terbatas dan tatap muka tidak banyak,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi, Akbar Khadafi.
Akbar menjelaskan, tahapan kampanye sudah berjalan masuk hari ke 24. Dia mengatakan, sejumlah kegiatan kampanye dengan metode-metode yang sudah ditentukan dilakukan ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati.
Hasil pengawasan Bawaslu Kabupaten Bekasi untuk calon Bupati dan Wakil Bupati dilaporkan, untuk nomor urut 1 Dani Ramdan-Romli ada sekali pertemuan terbatas, 18 kali pertemuan tatap muka, 23 kali penyebaran bahan kampanye.
“Dan ada 838 penyebaran APK, 3 kali melaksanakan kegiatan lainnya,” ujarnya.
Baca juga : Liga Champions: Real Madrid Vs Borussia Dortmund, Los Blancos Siaga Satu
Sedangkan untuk pasangan calon Bupati nomor urut 2 BN Holik-Faisal Hafan ada 5 kali pertemuan terbatas yang dicatat, 34 kali pertemuan tatap muka dan dialog ada 87 serta penyebaran bahan kampanye dan pemasaran APK ada 1.982 dan 9 kegiatan lainnya.
Calon Bupati nomor urut 3 Ade Kuswara-Asep Surya, tercatat 3 pertemuan terbatas ada 17 kali, tatap muka 18 kali, penyebaran bahan kampanye dan pemasangan APK 1.845 serta kegiatan lainnya 2 kali.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.