BREAKING NEWS
 

Hari Tanpa Kantong Plastik

Fahira Idris Sampaikan 5 Strategi Eliminasi Sampah Plastik

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 3 Juli 2025 14:14 WIB
Anggota DPD RI Fahira Idris (Foto: Dok. Fahira)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setiap 3 Juli, dunia memperingati Hari Tanpa Kantong Plastik Internasional. Momentum ini tidak sekadar simbolik, melainkan alarm global atas darurat plastik yang melanda bumi.

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mengungkapkan, bagi negara kepulauan dengan kekayaan hayati seperti Indonesia, krisis sampah plastik menjadi ancaman serius. Produksi plastik yang masif, rendahnya tingkat daur ulang, serta ketergantungan masyarakat terhadap plastik sekali pakai, membahayakan Indonesia sebagai sebuah bangsa karena mengancam keberlanjutan lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.

"Peringatan Hari Bebas Kantong Plastik Internasional harus jadi momentum untuk mendorong perubahan sistemik dalam upaya mengelola dan mengeliminasi sampah plastik di Indonesia,” ujar Fahira Idris, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/7/2025).

Baca juga : Bangun 6 Pabrik Baterai EV, MIND ID Perkuat Peran Strategis untuk Ekonomi Nasional

Senator Jakarta ini mengungkapkan, untuk menanggulangi masalah sampah plastik secara sistemik, diperlukan strategi yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Setidaknya ada lima strategi yang bisa ditempuh.

Pertama, kebijakan pembatasan dan pelarangan produksi plastik sekali pakai. Pemerintah perlu memperkuat dan memperluas kebijakan pelarangan kantong plastik sekali pakai yang sudah diadopsi di beberapa daerah. Larangan ini harus bersifat nasional dan disertai insentif untuk pelaku industri yang beralih ke material alternatif.

Adsense

Kedua, transformasi ke ekonomi sirkular. Menurut Fahira Idris, ekonomi linier berbasis "ambil–buat–buang" harus digantikan dengan ekonomi sirkular.

Baca juga : Dukung Transisi Energi: Kilang Pertamina Internasional Terapkan Strategi Khusus

"Artinya, desain produk plastik harus memungkinkan untuk digunakan kembali, didaur ulang, atau terurai secara hayati. Ini harus melibatkan peran aktif produsen dalam skema Extended Producer Responsibility (EPR), yaitu kewajiban untuk mengelola sampah dari produknya sendiri,” tutur Fahira Idris.

Ketiga, investasi dalam sistem pengelolaan sampah yang modern dan inklusif. Sekitar 58 persen sampah plastik di Indonesia tidak terkelola sama sekali. Maka dari itu, diperlukan investasi dalam sistem pengumpulan dan daur ulang sampah berbasis komunitas.

Teknologi waste-to-energy atau daur ulang kimiawi dapat menjadi pelengkap, namun prioritas tetap pada pengurangan di sumbernya. "Pemerintah Pusat dan Daerah perlu mengintegrasikan sistem pengelolaan sampah dengan pelibatan informal sektor seperti pemulung, bank sampah, dan koperasi daur ulang,” ujar Fahira Idris.

Baca juga : Incar Pasar Lokal hingga Asia Pasifik, ELIT Siapkan Strategi Pertumbuhan 2025

Keempat, perubahan perilaku konsumen. Fahira Idris menekankan pentingnya edukasi publik soal sampah plastik. Kampanye seperti "Unbag the Future" tidak cukup hanya bersifat seremonial tahunan, tetapi harus dilanjutkan dengan pendidikan lingkungan sejak usia dini, serta pelibatan sektor swasta dalam edukasi konsumen.

Kelima, diplomasi dan kepemimpinan global. Indonesia perlu mengambil peran lebih besar dalam negosiasi global terkait perjanjian polusi plastik yang mengikat secara hukum. Dalam forum seperti Intergovernmental Negotiating Committee on Plastic Pollution/Komite Negosiasi Antarpemerintah tentang Polusi Plastik, posisi Indonesia sebagai negara terdampak dan negara produsen sekaligus konsumen harus diartikulasikan dalam bentuk dukungan pada pengurangan produksi plastik global dan penghapusan bahan kimia berbahaya dari siklus hidup plastik.

Menurut Fahira, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pionir di kawasan Asia Tenggara dalam mengelola dan mengeliminasi sampah plastik. "Dengan keberanian regulasi, komitmen politik, dan partisipasi masyarakat, masa depan yang bebas dari kantong plastik bukanlah utopia, melainkan keniscayaan yang harus diperjuangkan bersama,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense