BREAKING NEWS
 

AirAsia MOVE Ajak Traveler Jelajah Festival Perahu Dayung Lain Di Indonesia

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : SRI NURGANINGSIH
Jumat, 11 Juli 2025 19:00 WIB
Festival Perahu Dayung. (Foto: AirAsia MoVE)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebuah tradisi dari Kuantan Singingi, Riau, mendadak mencuri perhatian dunia. Dalam video yang viral di media sosial, tampak seorang anak laki-laki berdiri di ujung perahu Pacu Jalur dengan gerakan penuh semangat.

Aksi ini menarik warganet internasional, hingga menciptakan tren “aura farming” yang diikuti para pesohor. Secara berkelanjutan fenomena ini membuka peluang besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata Indonesia ke khalayak global.

Berangkat dari tekad tersebut, AirAsia MOVE mengajak wisatawan untuk mengeksplorasi festival perahu dayung serupa yang tersebar di berbagai daerah Nusantara.

Marketing Manager AirAsia MOVE Indonesia Amelia Virginia menyampaikan, “melihat popularitas Pacu Jalur yang kini dikenal dunia, semakin memotivasi kami untuk mengajak traveler internasional datang dan menyelami kekayaan budaya Indonesia," ujar Amelia dalam keterangannya, Jumat (11/7/2025).

Baca juga : STANIA Resmikan Pabrik Solder Ramah Lingkungan Pertama Di Indonesia

Menurutnya, melalui AirAsia MOVE, siapa saja dapat dengan mudah merencanakan perjalanan hingga ke pelosok Nusantara.

"Didukung ratusan maskapai global, kami ingin menghadirkan pengalaman berwisata yang lebih praktis dan menyenangkan," tutur Amelia.

Pacu Jalur sendiri diyakini telah ada sejak abad ke-17. Lebih dari sekadar perlombaan, tradisi ini menjadi simbol gotong royong khas bangsa Indonesia.

Adsense

Tak heran jika balap perahu dayung dengan nuansa berbeda juga tumbuh di daerah lain, masing-masing mempunyai keunikan tersendiri.

Baca juga : PNM Jadi Pencetus Peluncuran Orange Bonds di Indonesia

Berikut tiga festival perahu dayung paling meriah di Indonesia yang patut dikenal oleh mata dunia 

● Lomba Dayung Jukung Setiap 17 Agustus, warga Banjarmasin (Kalimantan Selatan) yang dikenal sebagai "Kota Seribu Sungai" rutin menggelar lomba dayung jukung di Sungai Martapura.

Tradisi yang telah berlangsung sejak 1924 ini melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Selain menjadi wujud syukur atas Hari Kemerdekaan Indonesia, kompetisi ini sekaligus upaya melestarikan jukung, perahu tradisional Banjar yang dulu digunakan untuk transportasi, berdagang, dan mencari ikan.

● Perahu Naga Mengadopsi budaya Tionghoa, salah satu Festival Peh Cun atau Festival Perahu Naga tertua di Indonesia diketahui berlangsung di Sungai Cisadane, Tangerang.

Baca juga : Kementerian ATR Tegaskan Tak Boleh Privatisasi Pulau Di Indonesia

Perlombaan ini melibatkan 13 orang dalam satu tim yang mendayung perahu berhias kepala naga, diiringi tabuhan tambur atau genderang di bagian ujung. Dentuman simbal serta letupan petasan turut menambah semarak yang memikat penonton.

● Lomba Bidar Mirip dengan lomba dayung jukung di Kalimantan, warga Palembang, Sumatera Selatan juga memiliki festival balap perahu Bidar di Sungai Musi untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Tiga festival perahu dayung ini hanyalah sebagian kecil dari ragam tradisi yang hidup di Nusantara. Rencanakan perjalanan bersama AirAsia MOVE untuk menyaksikan lebih banyak keindahan budaya di seluruh destinasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense