BREAKING NEWS
 

Rumah Merpati

Reporter & Editor :
BUDI RAHMAN HAKIM
Jumat, 20 Juni 2025 04:26 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebulan terakhir, pembahasan soal calon rumah subsidi yang ditawarkan pemerintah, baik di media sosial maupun media mainstream, cukup ramai. Penyebabnya, rumah yang ditawarkan sangat mungil. Ukuran bangunannya hanya antara 14 sampai 23 meter persegi. Sedangkan luas tanahnya sekitar 25 meter persegi.

Tempat tinggal mungil sebenarnya bukan hal baru. Apalagi untuk wilayah perkotaan. Di kalangan masyarakat kecil, banyak kontrakan yang hanya satu kamar, dengan luas sekitar 12 meter persegi. Sedangkan di kalangan atas, banyak yang tinggal di aparatemen tipe studio dengan ukurangan sekitar 20 meter persegi.

Namun, untuk rumah kepemilikan, ukuran ini merupakan hal baru. Di era 1990-an sampai 2000-an, memang ada rumah tipe 21. Ukuran bangunannya 21 meter persegi, dengan luas tanah sekitar 50 meter persegi. Publik menyebutnya dengan tipe RSS alias rumah sangat sederhana.

Baca juga : Ancaman Perang Dunia III dan Target Ekonomi Tumbuh 8%

Untuk saat ini, rumah tipe tersebut sudah sangat jarang. Saat ini, rumah terkecil yang dibangun pengembang rata-rata bertipe 36 dengan luas tanah sekitar 60 meter persegi. Luas tersebut merupakan ukuran minimum yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Adsense

Untuk rumah yang dibangun sendiri oleh masyarakat, memang ada juga yang ukurannya sangat mungil. Itu tidak masalah, karena merupakan kreasi masing-masing, yang disesuaikan dengan kepemilikan lahan dan kemampuan finansial.

Di Jawa Barat, rumah mungil seperti ini disebut dengan ungkapan “jiga kandang japati”. Dalam Bahasa Indonesia, seperti kandang merpati. Hal ini merujuk karena mungilnya bangunan. Namun, hal ini tidak serta merta berkonotasi negatif. Sebab, banyak juga rumah mungil tetap memiliki tampilan yang elegan dan lumayan mewah.

Baca juga : Hati-hati dengan Jejak Digital

Zaman terus berkembang. Jumlah penduduk terus meningkat. Daerah perkotaan semakin padat. Sementara, ketersediaan lahan semakin menyempit. Karena hal itu, banyak pengembang maupun masyarakat secara pribadi melakukan inovasi membuat bangunan yang nyaman di atas lahan yang terbatas.

Di daerah Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, ada perumahan yang cukup mewah tapi ukurannya mungil-mungil. Luas tanahnya ada yang cuma 40 meter persegi. Rumah dibangun dalam dua lantai. Karena berada di kawasan cukup elite dan dibangun dengan baik, harganya tetap tinggi. Mulai dari Rp 700 jutaan. Bahkan ada yang di atas Rp 1 miliar.

Inilah perkembangan yang terjadi. Tidak menutup kemungkinan, ke depan, rumah-rumah mungil seperti ini akan menjadi tren baru. Terutama di kota-kota besar dan daerah penyangga.

Baca juga : Memuliakan Yang Mulia

Namun, untuk rumah subsidi, sebaiknya tetap mengacu pada ukuran bangunan minimal 36 meter persegi. Sebab, masyarakat kecil biasanya memiliki anggota keluarga yang banyak. Jika terlalu sempit, tak akan ada ruang yang cukup bagi mereka. Mereka juga tak punya keuangan yang cukup untuk melakukan renovasi membuat bangunan menjadi dua lantai.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense