Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Segala yang dilakukan para politisi, para pejabat, dan juga keluarga pejabat, akan selalu menjadi sorotan publik. Apalagi untuk hal-hal yang buruk. Segala yang diucapkan, yang dilakukan--sengaja atau tidak, penuh kesadaran atau di luar kesadaran--akan direkam oleh publik. Di era digital ini, dalam hitungan detik, rekaman itu bisa meluas dengan cepat.
Jejak-jejak digital memang luar biasa. Semua bisa dilacak dengan mudah. Oleh karenanya, semua pihak, terutama para pejabat dan keluarganya, wajib hati-hati dalam mengucap dalam bertindak. Sebuah video amatir bisa menjadi masalah besar. Apalagi jika sudah viral, bahaya.
Dulu, aktivitas pejabat dan para keluarganya hanya terekam oleh wartawan kamera, yang jumlahnya sangat terbatas. Sekarang, jutaan kamera hadir. Siapa saja bisa merekam. Bukan hanya pada acara-acara resmi, melainkan juga di acara-acara internal dan sangat pribadi.
Baca juga : Memuliakan Yang Mulia
Semua rekaman itu mengalir tanpa editan dan tanpa sensoran. Saat hasil rekaman dan jepretan yang berisi kesalahan seseorang diunggah ke media sosial dan viral, ramailah. Kritikan, hujatan, dan cemoohan akan langsung menyerbu bagai ribuan anak panah dalam perang.
Saat ini, dunia semakin terbuka. Para pejabat publik, tokoh publik, telanjang di mata publik. Tidak mudah berjaga citra. Politisi yang masih jaim bisa habis terbabat. Oleh karenanya, mereka wajib siaga dan hati-hati.
Dengan kondisi ini, tentu jawabannya bukan harus menjadi tokoh publik atau pejabat yang jago merekayasa dengan berpura-pura baik dalam segala hal. Tapi, harus bisa menjadi seorang benar-benar baik secara alamiah, yang apa adanya.
Baca juga : Menumbuhkan Jiwa Peduli Lingkungan
Publik menyukai tokoh yang bersahaja, apa adanya. Tutur katanya terjaga, baik di tempat umum maupun di lingkungan pribadi. Sifatnya, etikanya, wataknya, tetap baik di saat apa pun.
Tidak mudah memang menjadi figur yang mengalir alami. Sebab, jumlah yang punya akhlak baik masih sedikit. Tapi, harus dicoba. Harus mau berubah karena zaman sudah berubah. Harus mengerti sandi-sandi komunikasi dengan seluruh jaringan media publik.
Di era sekarang, jumlah influencer dan endorser tumbuh begitu cepat. Banyak tokoh yang lahir karena memiliki jutaan subscriber YouTube atau jutaan followers di Instagram, X, dan Facebook dan Instagram. Berbaik-baik sama mereka dengan menunjukkan perilaku yang baik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.