RM.id Rakyat Merdeka - Harga beras saat ini rata-rata masih cukup tinggi. Bahkan di beberapa daerah harga beras medium masih berada di kisaran Rp 16.000 hingga Rp 16.250 per kg.
Tingginya harga beras kali ini sungguh anomali. Sebab di saat stok beras di gudang Bulog melimpah, mencapai 4,2 juta ton, seharusnya harga beras turun, di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET)-nya.
Baca juga : Fokus Ciptakan Lapangan Kerja
Untuk itu, supaya harga beras bisa segera turun ke bawah harga HET-nya, pemerintah mesti menggelontorkan beras dari gudang-gudang Bulog ke pasar rakyat, pasar tradisional dan pasar desa.
Stok beras di gudang Bulog sekarang ini mencapai 4,2 juta ton. Kalau 700 ribu ton saja digelontorkan ke pasar, satu bulan ke depan ini harga beras medium diprediksi turun ke kisaran Rp 14.200 hingga Rp 14.500 per kg.
Baca juga : Turunkan Harga Bahan Pokok
Kalau pasokan beras ke pasar ditambah lagi hingga 1,2 juta ton. Lalu dilakukan operasi pasar, dua kali seminggu di kota kecamatan dan perkampungan padat penduduk, harga beras diperkirakan bisa turun lagi ke kisaran Rp 13.200 hingga Rp 13.700 per kg.
Ke depan ini, pasokan beras dari gudang Bulog ke pasar mesti diperlancar. Sebab, sekali terhambat, harga beras akan naik signifikan. Terutama di pasar rakyat dan pasar tradisional.
Baca juga : Cepat Banjiri Pasar Dengan Beras Murah
Kita berharap, Kementerian Perdagangan dan para kepala daerah terus memonitor stok beras di pasar rakyat dan pasar tradisional.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.