BREAKING NEWS
 

Presiden IOC Nilai Olimpiade 2024 Penuh Kontroversi

Olimpiade Seine-sasional!

Reporter : PAUL YOANDA
Editor : DEDE HERMAWAN
Selasa, 13 Agustus 2024 06:30 WIB
Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach. (Foto: Getty Images)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah menggelar kompetisi selama 18 hari, Senin (12/8/2024) dinihari WIB, Olimpiade Paris 2024 resmi ditutup. Meski menuai banyak kritikan, tapi Olimpiade kali ini disebut sensasional, diplesetkan Seine-sasional.

Diketahui, Olimpiade Paris 2024 sudah berakhir. Total, ada 329 medali emas, perak, dan perunggu yang dibagikan ke para atlet.

Stadion Stade de France, St. Dennis, Paris, dipilih sebagai lokasi utama gelaran Upacara Penutupan.

Baca juga : KLHK Dorong Generasi Muda Lebih Peka Terhadap Perubahan Iklim & Lingkungan

Acara dimulai ketika perenang Prancis, yang juga atlet peraih medali terbanyak di olimpiade kali ini, Leon Marchand, membawa sebuah lentera berisi api Olimpiade.

Di saat sama, paduan suara menyanyikan lagu Edith Piaf.

Saat Marchand muncul di layar lebar, para penonton di Stade de France menunjukkan apresiasi mereka. Kemudian disusul dengan kemunculan ri­buan atlet Olimpiade lainnya. Di antaranya, para pembawa bendera. Indonesia diwakili peraih emas dari cabang olah­raga (cabor) angkat besi, Rizki Juniansyah. Imane Khelif dari Aljazair dan Lin Yu-ting dari Taiwan. Kedua petinju itu telah menjadi subyek dari banyak kontroversi. Seperti pelecehan dan misinformasi mengenai jenis kelamin mereka.

Baca juga : Presiden, Wapres & Semua Menteri Tinggalkan Jakarta

Seperti tradisi sebelumnya, di Upacara Penutupan dilakukan pengalungan medali bagi para pemenang di cabor lari maraton di atas panggung. Perbedaannya, hanya pemenang maraton putri. Medali emas untuk atlet Belanda Sifan Hassan, perak untuk Tigst Assefa (Ethiopia) dan perunggu Hellen Obiri (Kenya).

Acara berlanjut. Penampil kemudian unjuk gigi dengan menari, terbang di udara, hingga mengangkat cincin Olimpiade dari tanah. Disambung dengan pertunjukan ‘The Golden Voyager’. Yang diwakili sosok ber­balut emas yang memanjat ke atas tumpukan orang.

Penampilan musik dari band asal Prancis, Phoenix and Air, dengan penampilan cameo dari Angele, Kaminsky, dan Vannda, yang dibarengi kembang api yang menghiasi langit malam. Berikutnya, artis Amerika Serikat (AS) H.E.R membawakan lagu kebangsaan AS, Star Spangled Banner. Itu merupakan bagian dari serah terima untuk olimpiade musim panas 2028 yang digelar di Los Angeles (LA).

Baca juga : Cak Imin Bandingin Gus Yahya dengan Kiai Said & Kiai Hasyim

Saat lagu berakhir, aktor Tom Cruise beraksi. Dengan gaya Hollywood sejati, dia turun ke arena. Melakukan “high five” dengan tim AS, dan mengambil bendera Olimpiade dari pesenam Simone Biles. Sebelum melaju dengan sepeda motornya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense