Dark/Light Mode

Soal Hubungan PBNU-PKB

Cak Imin Bandingin Gus Yahya dengan Kiai Said & Kiai Hasyim

Senin, 12 Agustus 2024 08:29 WIB
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Foto: AMA/RM)
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Foto: AMA/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar kembali bicara soal memanasnya hubungan PKB dengan PBNU. Kali ini, politisi yang akrab disapa Cak Imin ini, membandingkan posisi PBNU dan PKB di bawah kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dengan KH Said Aqil Siradj dan KH Hasyim Muzadi.

Cak Imin memuji kepemimpinan Kiai Said dan Kiai Hasyim yang selalu manut terhadap konstitusi. Cak Imin menyebut, Kiai Said dan Kiai Hasyim tidak pernah merecoki urusan PKB, meskipun PKB terlahir dari rahim NU. Bahkan, sebutnya, Kiai Hasyim tidak pernah murka ketika PKB tidak mendukung dirinya di Pilpres 2004, yang saat itu berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri.

"Almarhum Kiai Hasyim Muzadi, Ketum PBNU, sekeras apa pun perbedaan pandangan dengan saya, hingga beda pilihan dalam Pilpres pun, tetap sama-sama menghormati PBNU dan DPP PKB sebagai organisasi dan parpol masing-masing yang dijamin konstitusi negara,” tulis Cak Imin di akun X-nya @cakiminNOW, Minggu (11/8/2024).

Hal serupa, kata Cak Imin, diperlihatkan Kiai Said yang memimpin PBNU menggantikan Kiai Hasyim. Cak Imin bilang, Kiai Said tidak pernah bersitegang dengan PKB, meski perbedaan saat Pilpres.

Baca juga : DPRD: Biar Kapok, Kirim Gepeng Bandel Ke Rutan

“Kiai Siad Aqil, Ketum PBNU, sedekat apa pun hubungan dengan saya, maupun sekeras perbedaan termasuk Pilpres, tetap masing-masing menghormati otoritas masing-masing PBNU dan DPP PKB sebagai lembaga yang dijamin konstitusi negara,” sambung Wakil Ketua DPR itu.

Menurutnya, berbeda pandangan tidak menjadikan PKB berbeda dengan garis NU. Perbedaan itu, tidak membuat Kiai Hasyim dan Kiai Said melewati batas dengan merecoki PKB.

“Kami semua, baik Kiai Hasyim maupun Kiai Said, tahu persis kewajiban dan hak masing-masing dalam memperjuangkan keyakinan dan ke-NU-an yang setiap saat bisa berbeda dan bisa sama,” ucap dia.

Kiai Said Soroti Konflik PBNU Vs PKB

Kiai Said ikut berkomentar mengenai perseteruan PKB dan PBNU saat ini. Kiai Said tidak membela salah satu. Kiai Said mengimbau PKB menjadikan kritikan dari PBNU seperti jamu.

Baca juga : Cassandra Lee, Dilamar Ryuken Sambil Berlutut

Ia yakin, berbagai kritik yang disampaikan PBNU justru akan membuat PKB semakin kuat. "Jamu itu kan pahit, tidak apa-apa, asal sembuh," ucap Kiai Said, Sabtu (10/8/2024).

Mengenai kinerja Cak Imin, menurut anggota Tim Lima Pendiri PKB itu, sudah bertugas dengan baik. Di bawah kepemimpinan Cak Imin, PKB semakin maju. Hal itu ditandai dari perolehan kursi DPR dari sebelumnya 58, kini menjadi 68 kursi. "Itu semua berkat Gus Muhaimin, dan teman-teman PKB di pusat dan daerah," ungkap dia.

Sementara itu, Sekjen PBNU Syaifullah Yusuf heran dengan cuitan Cak Imin ini. Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul ini, kalau mau membandingkan, semestinya Cak Imin tidak cuma sampai Kiai Hasyim. "Kok tidak disebut Ketum PBNU sebelum Kiai Hasyim Muzadi," ucapnya, Minggu (11/8/2024).

Gus Ipul juga menolak jika Kiai Hasyim dianggap tidak pernah mengkritik kepemimpinan Cak Imin di PKB. "Almarhum Kiai Hasyim Muzadi sering mengeluh soal hubungan PBNU dan PKB. Itu bisa dilihat dari jejak digital yang ada," tambahnya.

Baca juga : Israel Biadabnya Nggak Ketulungan

Karena itu, Gus Ipul akan terus berupaya mengajak akar rumput PKB untuk meninggalkan Cak Imin. Menurutnya, pengurus PKB di tingkat ranting bisa meninggalkan Cak Imin karena telah memimpin partai secara ugal-ugalan. Terutama, ketika elite PKB memajukan jadwal Muktamar PKB.

"Saya sulit membayangkan. Tidak habis pikir ada keputusan yang berubah-ubah oleh segelintir elite PKB," sambung dia.

Sebelumnya, melalui Rakernas, PKB mengumumkan Muktamar digelar akhir tahun 2024. Namun, tiba-tiba Muktamar dimajukan menjadi 24-25 Agustus 2024 di Bali. Ini, sambung Gus Ipul, jadi salah satu bukti bahwa Cak Imin memimpin PKB semaunya.

"Kita ingin DPW dan DPC PKB bisa mengambil sikap untuk perbaikan PKB ke depan. Kembali ke pangkuan NU seperti semangat awal berdirinya dari NU untuk bangsa. Itulah PKB," imbuh dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.