RM.id Rakyat Merdeka - Menang menjadi hal yang wajib bagi Timnas Indonesia saat bertandang menghadapi China pada Grup C babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Qingdao Youth Football Stadium, malam ini.
Duel ini menjadi krusial bagi kedua tim, yang sama-sama membutuhkan tiga poin untuk menjaga peluang lolos ke Piala Dunia 2026. Tim Garuda yang diasuh Shin Tae-yong (STY), datang dengan modal tiga hasil imbang dari tiga laga sebelumnya. Jay Idzes dan kawan-kawan berhasil menahan imbang tim-tim kuat seperti Arab Saudi (1-1), Australia (0-0), dan Bahrain (2-2).
Sementara, tuan rumah China yang dijuluki Tim Naga, sedang dalam tren buruk dengan tiga kekalahan berturut-turut. Meskipun begitu, bermain di hadapan pendukung sendiri akan memberikan sedikit keuntungan bagi tim asuhan Branko Ivankovic ini.
Saat ini, Indonesia berada di posisi lima klasemen sementara Grup C dengan tiga poin. Sementara itu, China masih menjadi juru kunci tanpa poin. Jepang memimpin grup dengan sembilan poin, diikuti oleh Australia, Arab Saudi, dan Bahrain yang masing-masing mengoleksi empat poin.
Baca juga : Pindah Ke Ducati MotoGP Musim 2025, Baby Alien Bikin Tegang
Pertandingan ini sangat menentukan, karena hanya dua tim teratas yang otomatis lolos ke Piala Dunia 2026. Tim yang berada di posisi ketiga dan keempat masih memiliki kesempatan melalui babak kualifikasi berikutnya.
Secara head to head, kedua tim sudah 17 kali bertemu dan Indonesia baru menang tiga kali, imbang tiga kali dan menelan kekalahan 11 kali dari Tim Tirai Bambu. Telah lebih dari tiga dekade atau tepatnya 37 tahun yang lalu sejak kemenangan terakhir kali Timnas Indonesia atas China. Kala itu Timnas yang dilatih Bertje Matulapelwa mampu menumpaskan perlawanan China dengan skor 3-1, pada 20 Februari 1987.
Pertemuan terakhir antara Indonesia dan China terjadi pada Kualifikasi Piala Asia 2015, tepatnya pada tanggal 15 November 2013, kala itu Tim Garuda harus mengakui keunggulan China dengan skor tipis 1-0 lewat gol yang dicetak Wu Lei pada menit 45.
Pelatih China, Branko Ivankovic menegaskan bahwa China menargetkan finis di empat besar. Ia juga menyebutkan pertandingan melawan Indonesia merupakan awal dari perjuangan. “Hanya awal dari pertarungan yang sesungguhnya,” kata Ivankovic mengutip Xinhua, kemarin.
Baca juga : Baim, Mantan Bikin Trauma
Namun, Ivankovic dibayangi tekanan dan kritikan para pendukung Timnas China. Ia mendapat kecaman karena taktiknya, pergantian pemain, dan bahkan beberapa komentarnya di konferensi pers. Meskipun Asosiasi Sepak Bola China telah menyatakan kepercayaan mereka, pelatih berusia 70 tahun ini masih membutuhkan kemenangan yang dapat meningkatkan moral untuk memulihkan reputasinya.
Bagi sebagian besar pendukung tuan rumah, apa pun selain kemenangan kandang akan dianggap sebagai kegagalan. Tim masih memiliki beberapa masalah kebugaran, karena Fei Nanduo telah meninggalkan markas latihan. Xie Wenneng, sang pencetak gol ke gawang Australia, juga mengalami cedera ringan.
Bahkan, ada juga kabar baik bagi China, pencetak gol terbanyak tim, Wu Lei, telah kembali bersama dengan striker kelahiran Brasil, A Lan.
Meskipun memiliki rekor head-to-head yang lebih rendah dari China, Indonesia tim yang jauh lebih baik dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya. Dengan bantuan lebih dari 10 pemain naturalisasi, yang sebagian besar bermain di liga-liga Eropa, Indonesia menjadi tim baru yang tidak dapat diabaikan, sebagaimana dibuktikan dengan penampilan yang kuat di pertandingan pembukaan mereka dengan hasil imbang melawan Arab Saudi, Australia, dan Bahrain.
Baca juga : Jokowi-Prabowo-Gibran Kompak, Saling Dukung
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 15 Oktober 2024 dengan judul China Vs Indonesia, Ayo.., Garuda Bawa Kemenangan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.