RM.id Rakyat Merdeka - Pertarungan Borussia Dortmund versus Barcelona di Signal Iduna Park, dini hari nanti, bakal menjadi duel sengit matchday keenam Liga Champions musim ini. Pasalnya, kedua klub memburu posisi tiga besar dan lolos 16 besar.
Dortmund saat ini berada di posisi keempat klasemen dan tim tamu Barcelona duduk di atasnya, yaitu di posisi ketiga.
Dari tiga pertandingan terakhir di Liga Champions, ini akan menjadi pertandingan tersulit Dortmund. Kedua tim sementara mengantongi 12 poin dari lima pertandingan dan difavoritkan untuk melaju langsung ke babak 16 besar dengan finis di delapan besar.
Karena itu, kemenangan di partai keenam ini amat krusial memuluskan jalan bagi Dortmund maupun Barca untuk mengamankan tiket ke 16 tanpa playoff.
Hanya saja, tuan rumah dalam kondisi yang kurang positif. Setelah kemenangan 3-0 di Kroasia melawan Dinamo Zagreb pada laga lima, Dortmund belum menang sejak saat itu.
Baca juga : Maria Theodore, Ogah Memaafkan Perselingkuhan
Hasil imbang 1-1 berturut-turut di Bundesliga melawan Bayern Muenchen dan Borussia Monchengladbach membuat Dortmund berada di posisi keenam di Bundesliga tertinggal 12 poin dari klub Bavaria di puncak klasemen. Hasil imbang dengan Muenchen juga mengakhiri start 100% Dortmund di kandang.
Meski begitu, Dortmund yang diasuh Pelatih Nuri Sahin memiliki keampuhan dalam menyerang, yang menjadi faktor keberhasilan mereka menduduki papan atas Liga Champions sementara ini.
Die Borussen tercatat mencetak 16 gol dari lima laga. Hanya saja, beban berat di kubu tuan rumah karena tidak pernah menang dalam empat pertemuan sebelumnya dengan Barcelona.
Laga nanti juga akan menjadi kembalinya Robert Lewandowski melawan mantan klubnya. Ketajaman Lewandowski bakal dibutuhkan Barcelona untuk target memetik kemenangan tandang. Pemain Polandia berusia 36 tahun itu sejauh ini terus produktif dengan 23 gol dalam 21 pertandingan di semua kompetisi.
Namun, Lewandowski juga menjadi titik kekurangan Barca. Di usia yang tidak lagi muda, sang striker kesulitan menerapkan pressing yang diinginkan pelatih Hansi Flick.
Baca juga : Berantas Korupsi Tiru Cara Finlandia
Barca dalam beberapa laga mulai menunjukkan penurunan intensitas dalam hal menekan lawan. Itu sebabnya, Flick beberapa kali kerap mengistirahatkan Lewandowski di bangku cadangan. Selain itu, pemain lain seperti Lamine Yamal dan Raphinha juga akan menjadi ancaman serius bagi pertahanan Die Borussen.
“Kami memiliki kualitas untuk memenangi setiap pertandingan. Tetapi kami juga harus menunjukkannya. (Dalam) pertandingan tandang kami harus jauh lebih kuat daripada yang kami mainkan di kandang,” ucap Flick.
Sementara, Dortmund tercatat gagal menang di dua laga terakhir. Melawan Gladbach dan Bayern Munchen, skuad asuhan Nuri Sahin hanya bisa mendapatkan dua poin. Bukan hasil yang buruk jika melihat kualitas lawan, tetapi sangat merugikan jika melihat situasinya.
Menghadapi Bayern dan Gladbach, Dortmund selalu unggul lebih dulu. Gol Jamie Gittens mampu disamakan Jamal Musiala di laga melawan Bayern. Lantas, saat bertemu Gladbach, gol Gittens bisa disamakan oleh eksekusi penalti Kevin Stoger.
Dortmund juga perlu belajar banyak dari dua kegagalan sebelumnya. Kemenangan atas Barca tentu menjadi hal yang didamba oleh skuad Dortmund karena akan menjadi kemenangan pertama atas Blaugrana.
Baca juga : Soal Masuk Golkar, Jokowi: Komunikasi Ada...
“Sekarang kami akan menghadapi Barca, kemudian Hoffenheim. Kami harus terus bekerja keras dan tetap bersatu. Jika bisa menyelesaikan masalah, kami bisa mendapatkan kemenangan beruntun,” kata bek Nico Schlotterbeck.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 11 Desember 2024 dengan judul Borussia Dortmund Vs Barcelona, Berebut Tiga Besar
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.