BREAKING NEWS
 

Kejuaraan Silat Internasional Di Medan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Rabu, 6 Agustus 2025 21:23 WIB
Wamenpora Taufik Hidayat saat membuka kejuaraan Pencak Silat Open Championship 2025 di Medan, Sumut. (Foto : Kemenpora)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kota Medan menjadi pusat perhatian dunia lewat olahraga pencak silat, The 3rd International Indonesia Pencak Silat Open Championship 2025.

Kejuaraan yang berlangsung 4 sampai 10 Agustus 2025 ini membawa dampak signifikan, bukan hanya di bidang olahraga, tetapi juga pada ekonomi lokal.

Untuk pertama kalinya, ajang ini digelar di luar Jakarta. Pembukaan resmi dilakukan oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat, di Gedung Serba Guna Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Senin (4/8/2025).

Saat membuka acara, Wamenpora mengatakan, pencak silat adalah warisan budaya bangsa Indonesia dan telah menjadi olahraga yang sudah menyebar di mancanegara.

Namun begitu olahraga bela diri ini belum dikembangkan secara maksimal di mana saat ini pencak silat belum menjadi cabang olahraga utama dalam kejuaraan multi event dunia Asian Games dan Olimpiade. 

Baca juga : Tiga Sinyal Penting Dari Pertumbuhan Ekonomi

"Pencak silat mempunyai potensi besar dalam mengharumkan nama bangsa Indonesia, baik dalam konteks prestasi maupun seni budaya Indonesia," kata Wamenpora Taufik.

Sebanyak 3.620 pesilat dari berbagai provinsi di Indonesia dan 20 negara ikut ambil bagian. Jumlah ini merupakan yang terbesar dalam sejarah pelaksanaan kejuaraan silat internasional di Indonesia, menjadikan Kota Medan lautan pendekar selama sepekan penuh.

Dampak langsung terasa di sektor perhotelan. Lima hotel utama yang direkomendasikan panitia, Hotel Madani, Mercure, Emerald Garden, Nivia, dan Grand Inna, melaporkan okupansi penuh sejak awal Agustus.

Sektor UMKM juga ikut merasakan dampaknya. Sebanyak 120 pelaku usaha kecil menengah diberi kesempatan untuk membuka stan. Mereka menyewa tenda ukuran 3x3 meter lengkap dengan listrik, dengan biaya Rp2,5 juta untuk tujuh hari.

Adsense

Produk yang dijajakan pun beragam, mulai dari kuliner khas daerah, suvenir budaya, hingga perlengkapan bela diri. Transaksi terjadi padat, terutama saat jeda pertandingan, memberikan peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk naik kelas.

Baca juga : Judi Online Pangkas Pertumbuhan Ekonomi, Picu Kenaikan Kejahatan

Laporan Panitia mencatat bahwa perputaran uang selama penyelenggaraan diperkirakan mencapai lebih dari Rp17 miliar. Angka ini berasal dari belanja peserta, akomodasi, transaksi UMKM, wisata, dan sektor pendukung lainnya.

Peserta asing, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 724 orang, rata-rata menghabiskan Rp10 juta per orang selama tujuh hari. Totalnya mencapai Rp7,24 miliar. Sementara 2.896 peserta lokal menghabiskan sekitar Rp1 juta per orang, dengan total Rp2,896 miliar.

"Dari sisi penonton, ada 3.000 pelajar yang hadir setiap harinya atas arahan Dinas Pendidikan Sumatera Utara, menjadikan total penonton pelajar selama tujuh hari mencapai 21.000 orang. Selain itu, warga umum yang datang diperkirakan mencapai 14.000 orang sepanjang acara," demikian laporan dari panitia pencak silat The 3rd International Indonesia Pencak Silat Open Championship 2025, Rabu (6/8/2025).

Jika dihitung belanja rata-rata Rp50.000 per penonton umum, maka total perputaran uang dari sisi ini mencapai Rp700 juta. Hal ini membuktikan bahwa antusiasme publik turut memberi kontribusi ekonomi nyata selama kejuaraan berlangsung.

Sektor UMKM diperkirakan menghasilkan pendapatan bersih sekitar Rp2,52 miliar. Asumsinya, setiap tenant memperoleh rata-rata Rp3 juta per hari selama tujuh hari penyelenggaraan.

Baca juga : Lebarkan Sayap, Pelita Air Layani Rute Internasional Per 18 Agustus 2025

Sektor perhotelan juga mencatat angka yang signifikan. Dengan asumsi lima hotel besar penuh dengan tarif rata-rata Rp800.000 per kamar per malam, total perputaran uang dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp2,8 miliar.

Transportasi lokal seperti ojek online, rental mobil, hingga layanan travel turut mendapat efek positif. Perputaran uang di sektor ini diperkirakan mencapai Rp1 miliar selama seminggu penuh.

"Total perputaran ekonomi secara konservatif diperkirakan mencapai Rp17,156 miliar. Namun jika dihitung secara menyeluruh, termasuk vendor logistik, konsumsi panitia, media, dan sewa alat, maka potensinya bisa menembus Rp20–30 miliar, bahkan lebih." tambah laporan tersebut.

Kejuaraan ini membuktikan bahwa industri olahraga dapat menjadi penggerak ekonomi daerah. Bukan hanya mengangkat nama Sumatera Utara di mata dunia, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut tumbuh bersama industri olahraga yang semakin potensial.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense