RM.id Rakyat Merdeka - Lando Norris mengingatkan Formula 1 (F1) agar tidak kehilangan jati diri saat memasuki era regulasi baru pada musim 2026. Pembalap McLaren itu khawatir balapan bisa terasa artifisial jika terlalu banyak gimmick ditambahkan.
F1 musim depan memang akan menghadapi perubahan teknis paling besar dalam sejarah. Regulasi baru itu mencakup unit tenaga hibrida dengan baterai ber-output lebih besar, serta desain ulang sasis dan aerodinamika mobil. Perubahan ini diprediksi akan mengubah total karakter balapan.
Menurut Norris, transisi besar ini memang membuka peluang baru bagi tim dan pembalap. Namun ia menegaskan ada sisi yang harus dijaga agar balapan tetap terasa natural. “Ini berbeda, menarik, dan ada sisi positifnya,” ujar Norris dikutip RacingNews365.
Pembalap asal Inggris itu memperkirakan jarak antar mobil musim depan kemungkinan lebih lebar. Meski begitu, ia tidak melihat hal itu sebagai masalah utama.
Baca juga : Ameera Khan, Ngebet Dinikahi Jefri Nichol
“Itu tidak berarti balapan jadi lebih buruk. Ada banyak hal yang justru akan membuat balapan lebih menarik,” imbuhnya.
Namun, Norris menekankan kegelisahannya terhadap tren balapan yang dianggap terlalu diatur. “Saya tidak ingin semuanya jadi terlalu palsu atau terlalu scripted. Itu bukan motorsport, dan itu bukan yang saya suka,” tegasnya.
Perubahan performa mobil akibat regulasi baru juga menjadi sorotan. Mobil diperkirakan akan lebih lambat di tikungan dan kehilangan sedikit sensasi spektakuler di lintasan cepat. Kecepatan di trek lurus berpotensi berkurang karena deselerasi lebih tinggi.
Dengan sistem baru, penggunaan baterai akan jadi faktor utama dalam meraih performa maksimal. Tim-tim dituntut menemukan strategi optimal untuk mengatur tenaga hibrida sepanjang balapan.
Baca juga : Hukum Harus Jadi Pedang Keadilan yang Tak Pilih Kasih
Norris antusias menyambut tantangan ini, meski tetap dengan catatan. “Mobil-mobil ini akan menjadi tantangan baru bagi semua orang. Kami harus menantikan tantangan ini dan menikmatinya sebagai tim,” kata pembalap berusia 24 tahun itu.
Meski begitu, ia menegaskan keinginannya agar F1 tetap setia pada sensasi mengemudi yang murni. Bagi Norris, inti dari balapan adalah mengemudi hingga limit mobil dan kemampuan pembalap tanpa intervensi gimmick. “Itu yang membuat F1 tetap seru,” ucap Norris.
Salah satu gimmick yang kerap menuai perdebatan adalah DRS atau Drag Reduction System. Fitur ini memang memudahkan pembalap menyalip, tapi di mata sebagian orang, termasuk Norris, justru membuat aksi overtake terasa seperti settingan.
Akan tetapi, McLaren sendiri diyakini menjadi salah satu tim yang siap menyambut perubahan besar ini dalam balapan F1. Dengan dukungan teknologi dan formasi pembalap solid, tim asal Woking itu ingin menjaga momentum positif setelah tampil kompetitif di paruh kedua musim 2024.
Baca juga : Perayaan HUT ke-80 RI Khidmat, Meriah & Merakyat, Prabowo Menahan Air Mata
Bagi Norris, musim depan bukan sekadar soal siapa yang tercepat, tapi siapa yang mampu beradaptasi paling baik dengan paket mobil anyar. Ia menyebut semua pembalap dan tim akan memulai dari nol lagi.
Perubahan regulasi ini diprediksi akan membuka peta persaingan baru di F1. Dominasi Red Bull yang begitu kentara dalam beberapa musim terakhir berpotensi mendapat tantangan serius dari tim lain.
Meski penuh risiko, Norris tetap menatap 2026 dengan optimisme. Ia melihat regulasi baru ini sebagai kesempatan untuk memunculkan kembali balapan kompetitif yang dirindukan penggemar. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.