BREAKING NEWS
 

Erick Thohir: Sepak Bola Harus Bebas dari Rasisme dan Kekerasan Verbal

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Kamis, 13 November 2025 12:17 WIB
Ketum PSSI, Erick Thohir. (Foto : Kemenpora)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan dukungan penuh terhadap langkah FIFA memerangi rasisme melalui pembentukan FIFA Players’ Voice Panel (PVP).

Panel ini diisi oleh 16 mantan pesepak bola dunia yang berkomitmen menjadi motor penggerak kampanye anti-rasisme di sepak bola global.

Pertemuan perdana FIFA PVP digelar di Rabat, Maroko, Senin (10/11/2025). Panel tersebut diluncurkan saat Kongres FIFA ke-74 di Bangkok, Thailand, Mei 2024, sebagai bagian dari program Global Stand Against Racism.

Baca juga : Mendagri: Kebijakan Pemda Harus Berdasar Data dan Teori Teruji

Program ini mewajibkan seluruh 211 Asosiasi Anggota FIFA, termasuk Indonesia, mengambil langkah konkret melawan diskriminasi, baik di dalam lapangan, media sosial, maupun lingkungan sepak bola secara umum.

Adsense

Erick menyambut baik inisiatif itu. Menurutnya, keberadaan FIFA PVP menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali nilai moral sepak bola sebagai ruang yang inklusif dan adil bagi semua.

“Pertemuan FIFA PVP di Rabat diharapkan semakin menguatkan pesan anti-rasisme kepada masyarakat dunia. Sepak bola adalah olahraga global dengan jangkauan luas yang dapat menyatukan banyak bangsa, termasuk Indonesia,” ujar Erick di Jakarta, Rabu (12/11).

Baca juga : Kapolri Tinjau SMP Kemala Bhayangkari Wujudkan Generasi Emas

Erick juga pernah bertemu anggota FIFA PVP asal Prancis, Mikaël Silvestre, di sela-sela Piala Dunia U-17 di Doha, Qatar. Dalam pertemuan itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi mantan pemain dunia dalam memberikan masukan bagi FIFA dan komunitas sepak bola global untuk memerangi rasisme dan kekerasan verbal.

Selain mendukung langkah FIFA, Erick mengajak semua pihak untuk bercermin pada kondisi di dalam negeri. Ia menyoroti masih maraknya praktik bullying dan ujaran rasis di dunia olahraga maupun media sosial.

“Fenomena ini harus menjadi pelajaran bersama. Jangan sampai tindakan tidak etis di dunia maya maupun di lapangan justru mencoreng wajah sepak bola kita dan berujung pada sanksi atau denda dari FIFA,” tegasnya.

Baca juga : Sekolah Damai di Bali Bentengi Siswa dari Ideologi Intoleran dan Kekerasan

PSSI, lanjut Erick, terus memperkuat edukasi dan kampanye anti-rasisme serta anti-bullying melalui kompetisi, pembinaan usia muda, dan media sosial. Ia menegaskan, semangat keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa harus tercermin dalam perilaku seluruh elemen sepak bola nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense